Medan (suarsair.com) – Paviliun Kabupaten Simalungun menjadi salah satu daya tarik dalam ajang pameran dengan menampilkan beragam produk unggulan hasil pertanian serta produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan Dinas Koperasi Kabupaten Simalungun.
Salah satu produk yang paling mencuri perhatian adalah Kopi Arabika Sigararutang jenis Kopi Ateng yang diproduksi Rumah Produksi Kopi Saabas, Nagori Sinaman II, Kabupaten Simalungun, dengan merek Assly Coffee.
Kopi Ateng Sigararutang merupakan varietas kopi Arabika yang dikenal memiliki batang pendek, rimbun, serta cepat berbuah. Di kalangan masyarakat, kopi ini dijuluki “Sigararutang” karena produktivitasnya yang tinggi sehingga diyakini mampu memberikan hasil panen lebih cepat dan membantu meningkatkan pendapatan petani.
Kopi Arabika Sumatera asal Simalungun tersebut diolah secara baik untuk menghasilkan cita rasa yang khas dan berkualitas. Untuk penyajian, cukup menyeduh 10 gram bubuk kopi dengan 150 mililiter air bersuhu sekitar 90 derajat Celsius, kemudian didiamkan selama tiga hingga empat menit sebelum dinikmati. Produk ini dipasarkan dengan harga yang cukup terjangkau, yakni sekitar Rp50.000 per kemasan.
Selain kopi, Paviliun Simalungun juga mempromosikan Kacang Intip, salah satu oleh-oleh khas Simalungun yang memiliki perpaduan rasa manis, gurih, dan renyah. Produk yang diproduksi oleh UD Aneka Usaha ini dibuat dari kacang tanah yang dibungkus dengan kulit pangsit, dicampur adonan tepung, kemudian digoreng hingga menghasilkan tekstur yang renyah. Dalam kemasannya, Kacang Intip menggunakan bahan baku berupa kulit pangsit, kacang tanah, minyak goreng, dan gula.
Tak kalah menarik, turut dipamerkan Permen Jahe Merah Adelya yang dibuat dari jahe merah pilihan. Produk ini menawarkan sensasi hangat dengan cita rasa khas serta mengusung slogan “Dari Alam untuk Kehangatan”.
Di sektor perkebunan, Paviliun Simalungun juga menghadirkan Teh Celup Hitam produksi PTPN IV. Menurut petugas paviliun bermarga Saragih, warna seduhan teh ini cenderung lebih cokelat gelap dibandingkan teh celup pada umumnya, sehingga memberikan karakter tersendiri bagi para penikmat teh.
Berbagai produk UMKM lainnya juga dipromosikan, di antaranya beras kemasan produksi Gapoktan Maligas Bayu, aneka hasil pertanian seperti jeruk, bawang merah, serta komoditas hortikultura lainnya yang merupakan binaan Dinas Pertanian Kabupaten Simalungun.
Sementara itu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan menampilkan kain tenun hasil karya para perajin lokal yang diproduksi menggunakan alat tenun tradisional. Di bidang pariwisata, Dinas Pariwisata Kabupaten Simalungun turut memperkenalkan sejumlah destinasi unggulan, seperti Bukit Indah Simarjarunjung, Bukit Indah Sippan dan Sungai Lobang, sebagai bagian dari upaya menarik minat wisatawan untuk berkunjung ke Simalungun.
Menurut petugas paviliun bermarga Damanik, pengunjung juga dapat menikmati berbagai makanan ringan dan minuman hasil produksi UMKM binaan Senopati 08 yang turut dipasarkan selama pameran berlangsung.
Melalui keikutsertaan dalam pameran ini, Pemerintah Kabupaten Simalungun berharap produk-produk unggulan daerah semakin dikenal masyarakat luas serta mampu memperluas pasar bagi pelaku UMKM dan meningkatkan daya saing produk lokal. (*)












