Medan (suarsair.com) – Stand Badan Perencanaan, Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Provinsi Sumatera Utara menjadi salah satu titik yang paling ramai dikunjungi pada Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) 2026. Tidak sekadar menampilkan materi pembangunan, stand ini juga menjadi ruang edukasi yang menjelaskan bahwa enam Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution bukan lagi sebatas gagasan, melainkan telah masuk dalam perencanaan yang sistematis dan kini mulai diimplementasikan.
Sejak hari-hari awal penyelenggaraan PRSU, stand Bapperida terus dipadati pengunjung dari berbagai kalangan. Pelajar, mahasiswa, komunitas, hingga keluarga bergantian datang untuk berdialog dengan petugas dan mencari penjelasan mengenai arah pembangunan Sumatera Utara, khususnya enam PHTC yang selama ini banyak menjadi perhatian publik.
Rasa ingin tahu pengunjung terutama tertuju pada program-program seperti berobat gratis, bersekolah gratis, serta pembangunan infrastruktur strategis. Banyak di antara mereka ingin memastikan apakah program tersebut masih sebatas konsep atau sudah benar-benar berjalan.
Di stand Bapperida, seluruh pertanyaan dijawab melalui paparan yang sederhana, komunikatif, dan berbasis dokumen perencanaan. Pengunjung diperlihatkan bagaimana visi dan misi Gubernur Bobby Nasution diterjemahkan menjadi pilar pembangunan, program prioritas, hingga proyek strategis daerah yang saat ini tengah berjalan sesuai tahapan yang telah ditetapkan.
Kasubbag Umum Bapperida Provinsi Sumatera Utara Eka Hermawan, yang turun langsung melayani pengunjung pada Minggu (5/7/2026), mengatakan antusiasme masyarakat, terutama generasi muda, cukup tinggi.
“Yang paling banyak ditanyakan pengunjung adalah program berobat gratis, bersekolah gratis, dan pembangunan infrastruktur. Mereka ingin mengetahui sejauh mana program-program itu berjalan dan bagaimana mekanisme pelaksanaannya,” ujarnya.
Menurut Eka, kehadiran stand Bapperida tidak hanya berfungsi sebagai media informasi, tetapi juga sebagai sarana edukasi pembangunan. Melalui infografik, visualisasi, dan penjelasan petugas, masyarakat dapat memahami bahwa pembangunan daerah berjalan melalui tahapan yang terencana, terukur, dan berkelanjutan.
“Pengunjung akhirnya memahami bahwa program-program yang disampaikan Gubernur bukan berdiri sendiri, tetapi sudah menjadi bagian dari cetak biru pembangunan daerah yang memiliki target, indikator, serta tahapan pelaksanaan,” katanya.
Antusiasme masyarakat bahkan sudah terlihat sejak malam pertama pembukaan PRSU. Saat itu, Kepala Bapperida Provinsi Sumatera Utara Dr Dikky Anugerah Panjaitan turun langsung ke stand untuk menyambut dan melayani masyarakat yang ingin memperoleh informasi mengenai arah pembangunan Sumatera Utara.
Kehadiran Dikky mendapat apresiasi dari pengunjung karena memberi ruang dialog langsung mengenai berbagai program prioritas pemerintah daerah. Diskusi yang terbangun tidak hanya membahas konsep pembangunan, tetapi juga progres pelaksanaan sejumlah program yang mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Desain stand yang modern dan informatif turut menjadi daya tarik tersendiri. Berbagai materi ditampilkan secara visual sehingga mudah dipahami oleh pelajar maupun masyarakat umum. Bagi banyak pengunjung, stand Bapperida bukan sekadar ruang pamer, melainkan ruang belajar tentang bagaimana sebuah gagasan pembangunan dirancang, diterjemahkan ke dalam kebijakan, lalu diwujudkan melalui program nyata.
Di tengah semarak hiburan PRSU, stand Bapperida menghadirkan perspektif berbeda. Booth ini mengajak masyarakat melihat pembangunan bukan hanya dari hasil akhirnya, tetapi juga dari proses perencanaannya. Melalui pendekatan tersebut, pengunjung memperoleh gambaran bahwa enam Program Hasil Terbaik Cepat yang menjadi prioritas Gubernur Bobby Nasution merupakan bagian dari peta jalan pembangunan yang memiliki arah, tahapan, dan ukuran keberhasilan yang jelas.
Dengan demikian, stand Bapperida tidak hanya menjadi etalase informasi pemerintah, tetapi juga jembatan yang mempertemukan masyarakat dengan proses perencanaan pembangunan Sumatera Utara secara lebih terbuka, transparan, dan mudah dipahami. (*)












