Medan (suarsair.com) – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara memastikan laju inflasi daerah masih berada dalam kondisi terkendali meskipun terdapat sejumlah komoditas yang berpotensi mendorong kenaikan harga. Kondisi tersebut menjadi indikator positif bagi stabilitas ekonomi Sumatera Utara yang saat ini dinilai masih lebih baik dibandingkan rata-rata nasional.
Kepala Biro Perekonomian Sekretariat Daerah Provinsi Sumatera Utara, Poppy Hutagalung dalam konferensi pers yang digelar Diskominfo Sumut, Selasa (9/6/2026) di kantor Gubsu mengatakan, beberapa komoditas yang memberikan andil terhadap inflasi antara lain tomat, beras, cabai merah, ikan dencis, serta perhiasan emas.
Meski demikian, harga sebagian besar komoditas tersebut saat ini masih relatif stabil sehingga tekanan inflasi di Sumatera Utara dapat dikendalikan dengan baik.
“Komoditas seperti cabai merah dan bawang merah masih berada pada harga yang stabil. Namun, yang perlu menjadi perhatian saat ini adalah harga daging sapi yang berada pada kisaran Rp140 ribu hingga Rp150 ribu per kilogram,” ujar Poppy.
Ia menambahkan, fluktuasi harga emas juga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi tingkat inflasi. Selain itu, penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat turut memberikan dampak terhadap beberapa sektor ekonomi. Namun demikian, kondisi daya beli masyarakat Sumatera Utara menunjukkan tren yang membaik.
“Kami melihat daya beli masyarakat masih cukup baik. Ini menjadi modal penting agar pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara terus bergerak positif,” katanya.
Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara Asim Saputra menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara yang berada pada kisaran 4,98 persen menunjukkan aktivitas ekonomi daerah masih berjalan dengan baik dan cukup solid di tengah dinamika perekonomian global.
Menurutnya, salah satu faktor yang menopang pertumbuhan ekonomi daerah adalah kuatnya pasokan bahan baku dari dalam Sumatera Utara sehingga ketergantungan terhadap pasokan luar daerah maupun impor relatif dapat diminimalkan.
“Pertumbuhan ekonomi sebesar 4,98 persen menjadi bukti bahwa perekonomian Sumatera Utara masih dalam kondisi baik. Banyak kebutuhan produksi masih dapat dipenuhi dari dalam daerah,” ujarnya.
BPS juga mencatat sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus menunjukkan kinerja positif. Berbagai kegiatan dan event yang digelar di Sumatera Utara turut memberikan dampak terhadap meningkatnya kunjungan wisatawan dan tamu dari luar daerah, sehingga roda perekonomian bergerak semakin dinamis.
Karena itu, peran media dinilai sangat penting dalam mendukung promosi potensi daerah, khususnya sektor pariwisata, guna menarik lebih banyak kunjungan yang pada akhirnya berdampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, BPS Sumatera Utara juga mengimbau masyarakat untuk mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang akan dimulai pada 15 Juni 2026. Petugas sensus akan mendatangi rumah-rumah penduduk, pelaku usaha, sektor pertanian, hingga pelaku UMKM untuk melakukan pendataan.
Data yang dikumpulkan nantinya akan menjadi dasar penyusunan data tunggal ekonomi nasional yang akurat dan terpercaya sebagai landasan perencanaan pembangunan ke depan.
“Kami mengharapkan dukungan masyarakat saat petugas sensus datang melakukan pendataan. Data yang akurat sangat penting untuk mendukung kebijakan pembangunan dan penguatan ekonomi nasional,” ungkapnya.
BPS Sumatera Utara menegaskan telah mempersiapkan seluruh petugas lapangan yang akan bertugas dan berkomitmen menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di seluruh wilayah Sumatera Utara. (Darwin S)












