Medan (suarsair.com) – Pemilihan Duta Generasi Berencana (GenRe) Provinsi Sumatera Utara 2026 menjadi salah satu upaya memperkuat peran dan partisipasi remaja dalam pembangunan keluarga serta mempersiapkan generasi muda yang sehat, berkarakter, berpendidikan dan memiliki perencanaan masa depan.
Hal itu dikatakan, Ketua Umum Pengurus Provinsi Forum Generasi Berencana Indonesia (PP FGI) Sumatera Utara Tahun 2026, Alvi Syahrin dalam laporan penyelenggara menyampaikan bahwa Pemilihan Duta GenRe merupakan ajang apresiasi bagi remaja yang telah menunjukkan kontribusi dan dampak positif di daerah masing-masing. Para peserta diharapkan dapat menjadi role model, konselor remaja, serta pendidik sebaya.
Rangkaian kegiatan berlangsung sejak Juli hingga November 2026, dimulai dari live audisi melalui jalur umum dan kabupaten/kota, prakarantina, karantina, hingga Grand Final. Dari total 250 peserta yang mendaftar dan berasal dari 33 kabupaten/kota, terpilih 34 finalis yang selanjutnya mengikuti tahapan penilaian untuk menentukan 12 pemenang terbaik sebagai Duta GenRe Sumatera Utara Tahun 2026.
Alvi menyampaikan bahwa para Duta GenRe terpilih nantinya akan bersinergi dan berkolaborasi dengan Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Utara serta mitra terkait lainnya untuk membantu menyelesaikan berbagai permasalahan remaja di daerah.
“Duta GenRe Sumut nantinya akan bersinergi dan berkolaborasi dengan BKKBN Sumut dan mitra terkait lainnya, untuk membantu menyelesaikan permasalahan yang ada di daerah kita, serta melihat potensi remaja dalam menentukan pendidikan, pekerjaan, dan pernikahan,” ungkap Alvi.
Dalam dua tahun terakhir, Forum GenRe Sumatera Utara telah meraih sejumlah prestasi, di antaranya Juara Favorit Duta GenRe Nasional secara berturut-turut, Juara Meaningful Youth Participation, Juara 1 AI Innovation Challenge dan Juara 3 Cultural Immersion.
“Pencapaian yang telah kita dapatkan tentu tidak lepas dari dukungan Bapak Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Utara beserta Tim Pembangunan Keluarga yang tetap mendampingi kepengurusan Forum GenRe Sumut selama dua tahun belakangan,” tambahnya.
Mahyuzar, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Utara dalam sambutannya menyampaikan bahwa remaja merupakan kelompok strategis yang menentukan kualitas sumber daya manusia dan masa depan bangsa. Oleh karena itu, pembangunan keluarga tidak dapat dilepaskan dari upaya mempersiapkan remaja agar tumbuh sehat, berkarakter, berpendidikan, memiliki keterampilan hidup, serta mampu merencanakan masa depannya.
Melalui Program Generasi Berencana (GenRe), Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN mendorong remaja untuk memiliki perencanaan kehidupan yang matang, memahami kesehatan reproduksi, menghindari perilaku berisiko, mencegah perkawinan anak, serta mempersiapkan kehidupan berkeluarga pada usia dan kondisi yang tepat.
Mahyuzar juga menyoroti semakin kompleksnya tantangan yang dihadapi remaja saat ini, mulai dari persoalan kesehatan mental, kekerasan, penyalahgunaan narkoba, perkawinan anak, kehamilan yang tidak direncanakan, hingga derasnya arus informasi digital.
“Menghadapi tantangan tersebut, remaja tidak cukup hanya menjadi sasaran program, tetapi harus dilibatkan sebagai subjek, mitra, dan pelaku perubahan,” tegasnya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya keterlibatan remaja dalam mendukung percepatan penurunan stunting. Upaya pencegahan harus dimulai sejak sebelum kehamilan melalui edukasi kesehatan reproduksi, pendewasaan usia perkawinan, perencanaan kehamilan, pemenuhan gizi, serta pengasuhan yang berkualitas. Remaja memiliki peran penting sebagai calon orang tua masa depan yang perlu dibekali pengetahuan dan kesadaran sejak dini.
Perhatian terhadap fenomena fatherless atau belum optimalnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan dan tumbuh kembang anak juga menjadi salah satu hal yang disampaikan. Menurut Mahyuzar, kehadiran ayah tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan ekonomi, tetapi juga dukungan emosional, keteladanan, komunikasi, dan pendampingan.
Lebih lanjut, Mahyuzar menyampaikan bahwa keberhasilan Program GenRe membutuhkan sinergi antara keluarga, satuan pendidikan, pemerintah, organisasi masyarakat, dunia usaha, media, serta komunitas remaja. Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) dan Forum GenRe harus terus diperkuat sebagai ruang partisipasi yang aman, inklusif, dan bermakna bagi remaja di seluruh wilayah Sumatera Utara.
Kepada seluruh finalis Duta GenRe Sumatera Utara Tahun 2026, Mahyuzar menyampaikan apresiasi atas proses seleksi dan pembinaan yang telah dilalui. Ia mengingatkan bahwa menjadi Duta GenRe bukan sekadar tentang kemampuan tampil percaya diri, berkomunikasi, ataupun memperoleh gelar juara, melainkan tentang integritas, kepedulian, wawasan, dan kemauan untuk bekerja nyata bersama remaja.
“Duta GenRe bukan hanya mereka yang mampu tampil percaya diri, berbicara dengan baik, atau memperoleh gelar juara. Duta GenRe adalah pribadi yang memiliki integritas, kepedulian, wawasan, dan kemauan untuk bekerja nyata bersama remaja,” pesannya.
Ia juga berpesan kepada para pemenang agar menjadikan gelar Duta GenRe sebagai ruang pengabdian, bukan sekadar kebanggaan. Para Duta GenRe diharapkan terus hadir di tengah remaja, mendengarkan aspirasi, membangun kolaborasi, serta menghadirkan program yang mampu menjawab kebutuhan nyata. Sementara itu, seluruh finalis yang belum terpilih sebagai pemenang diharapkan tetap berkontribusi dan melanjutkan pengabdian bagi lingkungan sekitarnya.
Menutup sambutannya, Mahyuzar menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Forum GenRe Indonesia Pengurus Provinsi Sumatera Utara, para mitra dan sponsor, dewan juri, panitia, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga kegiatan dapat terselenggara.
Melalui Grand Final Pemilihan Duta GenRe Provinsi Sumatera Utara Tahun 2026, diharapkan lahir generasi muda yang tidak hanya mampu menjadi teladan bagi sesamanya, tetapi juga berani mengambil peran dalam pembangunan, memperjuangkan aspirasi remaja, serta menjadi bagian dari upaya mewujudkan keluarga berkualitas dan generasi Indonesia yang sehat, berdaya dan berencana. (PS)












