Kakanwil Kemenag Sumut: Pendidikan Kristen Berperan Penting Membangun Generasi Berkarakter dan Berintegritas

oplus_0

Medan (suarsair.com) – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Provinsi Sumatera Utara, H Ahmad Qosbi SAg MM menegaskan bahwa pendidikan memiliki peran fundamental dalam membangun masa depan bangsa.

Pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian kecerdasan intelektual, tetapi juga harus mampu membentuk generasi yang berkarakter, berintegritas, bertanggung jawab, memiliki kepedulian sosial, serta mampu hidup berdampingan di tengah masyarakat yang majemuk.

Hal tersebut disampaikan Ahmad Qosbi dalam sambutannya pada acara Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) II Majelis Pendidikan Kristen Wilayah (MPKW) Sumatera Utara-Aceh, Jumat (6/11/2026), bertempat di Aula HKBP Distrik Medan-Aceh.

Menurutnya, pendidikan Kristen memiliki landasan nilai-nilai luhur yang sangat relevan dalam menjawab tantangan kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini. Nilai-nilai kasih, kejujuran, keadilan, disiplin, pelayanan, dan tanggung jawab merupakan fondasi penting dalam membentuk peserta didik yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki karakter yang kuat.

“Kita membutuhkan generasi yang tidak hanya unggul dalam kompetensi, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, menghormati sesama, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi gereja, masyarakat, bangsa, dan negara,” ujarnya.

Ia menambahkan, lembaga pendidikan Kristen harus terus mengambil bagian dalam menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas. Untuk itu, peningkatan kualitas pembelajaran, profesionalisme guru, serta pengembangan kepemimpinan pendidikan harus menjadi perhatian bersama.

Selain itu, setiap lembaga pendidikan juga perlu memastikan bahwa seluruh peserta didik memperoleh akses terhadap pendidikan yang berkualitas dan berkeadilan, tanpa membedakan latar belakang sosial maupun kondisi lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Qosbi juga menyampaikan komitmen Kementerian Agama untuk terus meningkatkan kualitas kehidupan beragama serta mutu pendidikan keagamaan di Indonesia.

Namun, menurutnya, upaya meningkatkan kualitas pendidikan tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri. Dibutuhkan kemitraan dan kolaborasi yang kuat dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk gereja, yayasan pendidikan, organisasi keagamaan, lembaga pendidikan Kristen, dan masyarakat.

Dalam hal ini, Majelis Pendidikan Kristen (MPK) memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah dalam memperkuat tata kelola pendidikan, meningkatkan mutu lembaga pendidikan, serta membangun jaringan kerja sama antarlembaga.

“Saya berharap MPKW Sumut-Aceh dapat terus mengembangkan sinergi dengan Kementerian Agama, pemerintah daerah, gereja, dan berbagai pihak terkait,” ungkapnya.

Ia berharap sinergi tersebut tidak berhenti pada komunikasi dan koordinasi semata, tetapi diwujudkan melalui program-program konkret yang memberikan dampak nyata bagi peningkatan mutu pendidikan Kristen.

Adapun beberapa hal yang perlu menjadi perhatian bersama, yakni peningkatan kompetensi dan profesionalisme guru serta tenaga kependidikan; penguatan tata kelola dan manajemen lembaga pendidikan Kristen yang transparan, akuntabel, adil, dan berorientasi pada mutu.

Selanjutnya, peningkatan akses pendidikan yang inklusif, adil dan nondiskriminatif, serta penguatan pendidikan karakter, moderasi beragama dan wawasan kebangsaan bagi peserta didik.

Ahmad Qosbi berharap Rakerwil II MPKW Sumut-Aceh dapat menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam memajukan pendidikan Kristen, sekaligus membangun kolaborasi yang semakin erat antara pemerintah, gereja dan lembaga pendidikan.

Dengan demikian, lembaga pendidikan Kristen diharapkan terus berkontribusi dalam mencetak generasi bangsa yang cerdas, berkarakter, toleran dan memiliki semangat pelayanan bagi gereja, masyarakat, bangsa dan negara.

Hadir dalam acara itu Ketua MPKW Sumut Aceh Dr RE Nainggolan MM, Penasehat Pdt R Bambang Jonan, Badan Pengawas Sanggam Hutagalung, Ketua Panitia Dr Emanuel Daeli, Sekretaris Susiana Silangit, Ketua PWKI Sumut Veronika Sitanggang, Rektor UHN Dr Richard Napitupulu, Sihar Cibro, Erikson Tobing, Chandra Siahaan, Praeses HKBP Distrik X Medan Aceh Pdt Suwandi Sinambela (Pengkhotbah Ibadah Pembukaan), Wagub Sumut Surya, Kepala BPSDM Sumut Dr Agustinus Panjaitan, Kadis Pariwisata Sumut Terang Dewi Susantri Ujung SSTP MPa, Kadis Pemadam Kebakaran Medan Wangro Malau, Jadi Pane SPd MM dan panitia lainnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *