Puluhan Petani Datangi Kantor Gubsu, Tuntut Penyelesaian Konflik Agraria dan Pengembalian Hak Tanah

Medan (suarsair.com) – Puluhan warga yang tergabung dalam kelompok tani di Sumatera Utara menggelar aksi damai di Kantor Gubernur Sumut, Senin (3/5/2026). Aksi ini dilakukan untuk mendesak Gubernur Sumut, Bobby Afif Nasution, agar segera menindaklanjuti persoalan konflik agraria yang mereka alami.

Kelompok tani yang tergabung dalam Forum Perjuangan Hak-Hak Atas Tanah Agraria Sumatera Utara (FP-HATAGAR-SU) tersebut terdiri dari Kelompok Tani Masyarakat Tanah Suguhan Dalu X A, Kelompok Tani Persatuan Petani Satu Hati Simalingkar dan Namo Bintang (P2S2N), serta Kelompok Tani Suka Damai Desa Kotarih Baru.

Mereka datang dengan membawa mobil komando, spanduk, dan poster yang berisi tuntutan agar pemerintah provinsi turun tangan membantu petani yang mengaku lahannya dikuasai oleh mafia tanah.

Dalam aksinya, massa menyampaikan aspirasi dan menyerahkan berkas terkait sengketa tanah yang terjadi di wilayah masing-masing. Mereka berharap pemerintah dapat segera memproses laporan tersebut, mengembalikan hak atas tanah kepada masyarakat, atau memberikan ganti rugi jika pengembalian tidak memungkinkan.

10 perwakilan massa didampingi Pengacara kelompok Tani Keprianto Tarigan SH akhirnya diterima pihak Pemerintah Provinsi Sumatera Utara di lobi Dekranasda Kantor Gubernur. Hadir dalam pertemuan tersebut Asisten Pemerintahan Basarin Tanjung bersama perwakilan dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Sumut. Basarin menerima berkas yang disampaikan oleh ketiga kelompok tani dan menyatakan akan segera mempelajarinya sebelum diteruskan kepada Gubernur.

Ia juga mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat pihaknya akan menggelar pertemuan lanjutan yang melibatkan kelompok tani serta pihak-pihak terkait guna mencari solusi atas konflik agraria tersebut. Langkah itu diharapkan dapat mempercepat penyelesaian masalah yang telah lama dikeluhkan masyarakat.

Setelah menyampaikan tuntutan dan melakukan dialog dengan pihak pemerintah, massa aksi membubarkan diri secara tertib dengan pengawalan aparat kepolisian. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *