Medan (suarsair.com) – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat infrastruktur daerah dengan mengalokasikan anggaran sekitar Rp40 miliar untuk perbaikan ruas jalan dan jembatan di Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Proyek itu dijadwalkan mulai dikerjakan Juni 2026.
Gubernur Sumut Bobby Afif Nasution melalui Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sumut Chandra Dalimunthe, menyampaikan bahwa fokus perbaikan mencakup ruas vital Jembatan Merah hingga Simpang Gambir. Selain itu, Pemprov juga merencanakan penganggaran lanjutan pada tahun 2027 untuk memperkuat konektivitas infrastruktur di wilayah tersebut.
Menurut Chandra, pembangunan dan rehabilitasi jalan serta jembatan tidak hanya bertujuan memperlancar mobilitas masyarakat, tetapi juga menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi daerah. “Infrastruktur yang baik akan meningkatkan konektivitas antardaerah, mendukung sektor pariwisata, serta mempermudah akses masyarakat terhadap layanan pendidikan dan kesehatan,” ujarnya.
Program itu merupakan bagian dari implementasi Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) dan Program Strategis Daerah (PSD) yang digagas Pemprov Sumut untuk memastikan pembangunan berjalan efektif, berkualitas dan tepat sasaran.
Sementara itu, Bupati Mandailing Natal, Saipullah Nasution, menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan Pemprov Sumut terhadap kondisi infrastruktur di daerahnya. Dalam konferensi pers di Panyabungan, ia mengungkapkan bahwa dari total anggaran tersebut, sekitar Rp36,5 miliar dialokasikan khusus untuk perbaikan ruas Jembatan Merah–Simpang Gambir, termasuk rehabilitasi Jembatan Inumon 1 dan Inumon 2.
Ia menjelaskan bahwa perbaikan juga mencakup pembangunan kembali badan jalan yang rusak akibat luapan sungai pada akhir November 2025, serta penanganan titik-titik jalan yang mengalami amblas.
Selain itu, Pemprov Sumut turut mengalokasikan anggaran Rp3 miliar untuk memperbaiki ruas jalan Simpang Ulupungkut–Simpang Banyak. Penanganan di wilayah itu akan difokuskan pada area rawan longsor, termasuk pembangunan struktur penahan seperti bronjong dan sistem pengendali aliran air (dam), guna memastikan akses transportasi kembali normal, khususnya pada jalur Kotanopan menuju Ulu Pungkut.
Saipullah berharap seluruh pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu sehingga akses transportasi yang sempat terganggu dapat pulih sepenuhnya. Ia optimistis, dengan perbaikan itu, waktu tempuh dari Panyabungan menuju Natal yang saat ini mencapai empat hingga lima jam dapat dipangkas menjadi sekitar dua hingga tiga jam.
“Perhatian besar dari Pemprov Sumut ini sangat berarti bagi masyarakat Madina. Kami berharap akses sosial, pendidikan, dan perekonomian masyarakat dapat kembali berjalan optimal,” tutupnya. (*)












