Daerah  

BMKG Ingatkan Sepekan ke Depan, Sumut Dibayangi Hujan Lebat dan Cuaca Ekstrem

Medan (suarsair.com) – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Balai Besar Wilayah I memprakirakan sebagian besar wilayah Sumatera Utara akan diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga lebat dalam sepekan ke depan, mulai 20 hingga 27 April 2026.

Ketua Tim Sistem Peringatan Dini Meteorologi (MEWS) BMKG Wilayah I Martha Rosefina Manurung menjelaskan, bahwa kondisi ini dipicu oleh dinamika atmosfer yang cukup kompleks. Salah satu faktor utama adalah melintasnya Madden-Julian Oscillation (MJO) di wilayah Sumatera, yang dikenal mampu meningkatkan aktivitas pembentukan awan hujan.

Selain itu, perlambatan angin serta pemanasan permukaan pada siang hari turut memperkuat pertumbuhan awan konvektif. Kondisi tersebut semakin diperkuat oleh adanya sirkulasi siklonik di Samudra Hindia bagian barat Aceh yang memicu terbentuknya daerah pertemuan angin (konvergensi dan konfluensi).

“Dalam beberapa hari terakhir, hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat telah terjadi di sejumlah wilayah Sumatera Utara,” ujar Martha, Senin (20/4/2026).

Data BMKG menunjukkan curah hujan signifikan terjadi di berbagai daerah. Pada 16 April 2026, hujan di Sibolga tercatat mencapai 121 mm. Sehari kemudian, wilayah Tigaras di Kabupaten Simalungun diguyur hujan 64,8 mm, disusul Deli Serdang 60 mm dan Tapanuli Selatan 128 mm.

Curah hujan juga tercatat pada 18 April di Bahorok (Langkat) sebesar 56,8 mm dan Sipaholon (Tapanuli Utara) 54,8 mm. Sementara pada 19 April, hujan di Deli Serdang mencapai 68 mm dan di Padang Lawas sebesar 50,6 mm.

BMKG menilai kondisi atmosfer yang masih labil akan terus mendukung peningkatan curah hujan di wilayah Sumatera Utara dalam beberapa hari ke depan. Potensi hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang diperkirakan terjadi di sejumlah daerah, antara lain Langkat, Medan, Deli Serdang, Binjai, Batubara, Tebing Tinggi, Serdang Bedagai, Karo, Dairi, hingga Pakpak Bharat.

Wilayah lain yang juga perlu meningkatkan kewaspadaan meliputi Asahan, Labuhanbatu, Simalungun, Toba, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, Humbang Hasundutan, Mandailing Natal, serta Kepulauan Nias.

BMKG mengimbau masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Warga juga disarankan untuk rutin memantau informasi resmi melalui kanal BMKG, baik situs web, aplikasi InfoBMKG, maupun media sosial.

Langkah antisipatif, seperti memastikan saluran drainase berfungsi baik dan menghindari aktivitas di wilayah rawan bencana saat hujan lebat, dinilai penting guna meminimalkan risiko dampak cuaca ekstrem. Dengan kesiapsiagaan yang baik, aktivitas masyarakat diharapkan tetap dapat berjalan aman dan lancar. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *