Hal tersebut disampaikan Surya saat melepas secara resmi kepulangan 71 Paskibraka Sumut yang telah sukses mengibarkan bendera pada detik-detik Peringatan HUT 80 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Sumut tahun 2025.
Dalam sambutannya, Surya menyampaikan harapan agar para anggota Paskibraka tidak berhenti hanya pada tugas yang telah mereka laksanakan, tetapi terus menjadi pelopor dan agen perubahan di masyarakat, terutama dalam memerangi Narkoba. Menurut Surya tantangan terbesar yang dihadapi generasi muda saat ini adalah terjeratnya mereka dalam penyalahgunaan narkoba.
“Anak-anakku, jadilah agen perubahan. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Apa yang kalian pelajari selama pelatihan dan tugas kemarin bisa menjadi benteng untuk terhindar dari narkoba. Bantu pemerintah dengan memulai dari teman-teman kalian,” ujarnya.
Surya juga mengungkapkan rasa bangganya terhadap semangat, kedisiplinan, dan kekompakan yang telah ditunjukkan oleh para anggota Paskibraka selama menjalankan tugas mulia tersebut. “Pemprov Sumut memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas dedikasi dan kerja keras kalian. Terus jaga nilai-nilai Pancasila, kedisiplinan serta semangat cinta Tanah Air,” lanjutnya.
Pada kesempatan tersebut, Surya juga memberikan motivasi kepada para Paskibraka melalui kuis, sebagai hadiah, para pemenang mendapatkan buku inspiratif berjudul “ANAK KEBON”, yang berisi kisah inspiratif dirinya saat menjabat sebagai Bupati Asahan.
Kepala Badan Kesbangpol Sumut Mulyono menyampaikan bahwa tahun ini, jumlah Paskibraka yang terpilih berjumlah 71 orang. Mereka merupakan putra-putri terbaik dari 33 kabupaten/kota se-Sumut.
Sebelum terpilih menjadi Paskibraka, mereka menjalani seleksi yang ketat dan pelatihan intensif selama 12 hari yang dilaksanakan di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Sumut. Selama pelatihan, para peserta mendapatkan materi yang beragam, baik yang disampaikan di ruang kelas maupun di lapangan. Materi tersebut diberikan pelatih dari unsur TNI, Polri, pamong serta alumni Paskibraka Sumut dan Ikatan Alumni Lemhanas.
Selain itu, para peserta juga mendapatkan pendampingan dari Rumah Sakit Haji Medan untuk memastikan kondisi kesehatan mereka selama masa pelatihan.
“Alhamdulillah, 17 Agustus 2025 kemarin, para Paskibraka berhasil menjalankan tugas mulia mereka dengan sempurna, yaitu mengibarkan Bendera Merah Putih saat detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Sumut di Lapangan Astaka dan dilanjutkan dengan penurunan bendera pada sore hari,” jelasnya.
Mulyono juga menyampaikan sebagai bentuk apresiasi mereka diberikan sertifikat penghargaan serta uang saku dan kegiatan rekreasi dan pembelajaran ke Pulau Samosir, Kabupaten Samosir sebelum kembali ke daerah asal dan bertemu kembali dengan keluarga tercinta.
Mewakili rekan-rekan Paskibraka Sumatera Utara 2025 Alif Kurniawan Ritonga yang berasal dari SMAN 4 Kisaran (Asahan) dan Aurora Jasmine Humaira Santosa dari SMAS AL-Azhar Medan, menyampaikan kesan dan pesan mereka selama menjalani proses pembinaan, pelatihan dan pelaksanaan tugas mulia itu.
Alif Kurniawan Ritonga mengungkapkan banyak tantangan dan rintangan yang harus dihadapi, baik fisik maupun mental. Namun, semua itu menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi peserta Paskibraka. “Kami belajar banyak hal, tidak hanya tentang kedisiplinan, tetapi juga tentang pentingnya kerja sama dan rasa tanggung jawab sebagai generasi penerus bangsa,” ucapnya.
Senada dengan Alif Aurora Jasmine Humaira Santosa juga menyampaikan, pelatihan yang sangat intensif memberikan banyak pelajaran tentang kepemimpinan, semangat kebangsaan dan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan. (*)












