Medan  

BMKG: Sumut Berpotensi Diguyur Hujan Lebat hingga 17 Agustus, Warga Diminta Waspada

Medan (suarsair.com) – Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan memprediksi sebagian besar wilayah Sumut akan didominasi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat pada periode 10-17 Agustus 2026.

Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan karena hujan berpotensi disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat, terutama pada sore hingga malam hari.

Ketua Tim Sistem Peringatan Dini Meteorologi (MEWS) BBMKG Wilayah I Medan, Martha Rosefina Manurung mengatakan, kondisi atmosfer saat ini cukup mendukung terbentuknya awan konvektif yang dapat memicu hujan lebat di sejumlah wilayah Sumut.

Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi anomali suhu muka laut (Sea Surface Temperature/SST) yang hangat di Samudra Hindia sebelah barat Sumatera dan Selat Malaka.

Selain itu, adanya belokan angin (shearline) serta konvergensi angin di sekitar Pantai Timur Sumut turut meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan.

“Faktor-faktor tersebut meningkatkan potensi terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di sejumlah wilayah Sumut dalam sepekan ke depan,” kata Martha, Senin (10/8/2026).

Ia menjelaskan, dalam beberapa hari terakhir sejumlah daerah di Sumut telah mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat.

Curah hujan tertinggi tercatat di Pos Hujan Sinunukan, Kabupaten Mandailing Natal yang mencapai 138 milimeter 3 Agustus 2026.

Kemudian, Pos Hujan ARG Sipispis Kabupaten Serdang Bedagai, mencatat curah hujan 88,8 milimeter 4 Agustus. Selanjutnya ARG Kualuh Selatan, Kabupaten Labuhanbatu Utara, mencatat 78,4 milimeter pada 5 Agustus.

Sementara Pos Hujan Hapesong, Kabupaten Tapanuli Selatan, mencatat 71 milimeter pada 6 Agustus, disusul Pos Hujan Kebun Pabatu Bibitan, Kabupaten Serdang Bedagai, sebesar 66 milimeter 9 Agustus.

Martha mengatakan, aktivitas gelombang atmosfer yang masih aktif, keberadaan shearline dan konvergensi dari wilayah pantai barat hingga lereng timur Sumut, serta suhu muka laut yang hangat turut meningkatkan suplai uap air ke wilayah Sumut.

Kondisi cuaca cerah berawan pada pagi hingga siang hari juga memungkinkan pemanasan permukaan berlangsung optimal. Kondisi tersebut menyebabkan atmosfer menjadi lebih labil sehingga mendukung pertumbuhan awan konvektif.

“Akibatnya, hujan berintensitas sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat berpotensi terjadi pada sore hingga malam hari di berbagai wilayah,” jelasnya.

BBMKG memperkirakan potensi hujan sedang hingga lebat dapat terjadi di Kabupaten Langkat, Kota Binjai, Kota Medan, Kabupaten Deliserdang, Serdang Bedagai, Kota Tebing Tinggi, Asahan, Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara dan Labuhanbatu Selatan.

Potensi serupa juga terdapat di Pakpak Bharat, Dairi, Karo, Humbang Hasundutan, Samosir, Toba, Simalungun, Tapanuli Selatan, Kota Padangsidimpuan, Tapanuli Tengah, Kota Sibolga, Tapanuli Utara, Padang Lawas, Mandailing Natal, Kota Gunungsitoli, Nias, Nias Selatan, Nias Utara dan Nias Barat.

BBMKG mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat menimbulkan berbagai dampak, seperti banjir, tanah longsor, pohon tumbang, hingga gangguan terhadap aktivitas masyarakat.

Masyarakat juga diminta rutin memantau informasi cuaca terbaru yang dikeluarkan BMKG dan tidak mudah mempercayai informasi cuaca yang berasal dari sumber tidak resmi.

Pemerintah daerah juga diimbau terus meningkatkan koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI dan Polri untuk memantau perkembangan cuaca serta menyiapkan langkah-langkah antisipasi guna meminimalkan risiko bencana hidrometeorologi.

“Informasi cuaca terbaru dapat diakses melalui media sosial resmi BBMKG Wilayah I Medan @infobmkgsumut maupun layanan informasi BBMKG,” tuturnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *