Medan (suarsair.com) – Perusahaan Daerah Aneka Industri dan Jasa (PDAIJ) Provinsi Sumatera Utara terus melakukan pembenahan dan pengembangan usaha guna meningkatkan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Salah satu fokus utama yang dilakukan saat ini adalah penataan pengelolaan aset serta pengembangan sektor percetakan dan periklanan.
Direktur Utama PDAIJ Swangro Lumbanbatu SE MSi mengatakan, pihaknya memiliki tugas utama mengelola aset daerah sekaligus mengembangkan berbagai unit usaha yang berpotensi memberikan keuntungan bagi pemerintah daerah.
“Dari sekitar 16 aset yang menjadi tanggung jawab PDAIJ, sebagian besar sebelumnya belum dikelola secara optimal atau masih tertidur. Ke depan aset-aset tersebut akan ditertibkan dan dikelola secara profesional agar mampu memberikan nilai tambah bagi daerah,” ujar Swangro.
Hal tersebut disampaikan Swangro dalam konferensi pers yang difasilitasi Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Sumatera Utara di Lobi Dekranasda, Kantor Gubernur Sumatera Utara, Selasa (4/8/2026).
Menurutnya, sejumlah aset yang berada di bawah pengelolaan PDAIJ di antaranya pernah dimanfaatkan untuk usaha pabrik batu bata, percetakan, Obor, hingga sektor periklanan. Namun, pengelolaan berbagai aset tersebut kini terus dibenahi agar lebih produktif dan mampu menghasilkan pendapatan.
Di sektor percetakan, PDAIJ telah menjalin kerja sama dengan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara maupun pihak swasta. Kolaborasi tersebut menjadi salah satu sumber pendapatan yang terus menunjukkan perkembangan positif.
“Target pendapatan dari unit percetakan sekitar Rp500 juta per tahun. Pendapatan tersebut diperoleh melalui kerja sama dengan OPD dan juga sektor swasta,” katanya.
Selain percetakan, PDAIJ juga tengah mengembangkan bisnis periklanan, termasuk optimalisasi media videotron yang diharapkan dapat menjadi sumber pendapatan baru melalui penayangan iklan dan sponsor.
Meski demikian, Swangro mengakui kontribusi terhadap PAD pada tahun ini belum maksimal karena beberapa potensi usaha, khususnya di sektor periklanan, masih dalam tahap pengembangan.
Ke depan, PDAIJ akan memfokuskan pembenahan pengelolaan 16 aset yang dimiliki, sekaligus melakukan inovasi pada sektor percetakan dan periklanan agar mampu meningkatkan kinerja perusahaan serta memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap Pendapatan Asli Daerah Provinsi Sumatera Utara. (Darwin S)












