Medan (suarsair.com) – Puluhan massa yang mengatasnamakan KSPSI AGN Sumatera Utara Setia di Garis Perjuangan yang Sama mendatangi Kantor Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Jalan Pangeran Diponegoro, Medan, Kamis (17/9/2026). Dalam aksi tersebut, massa mendesak Kepala Bidang (Kabid) SMK Dinas Pendidikan Sumut, Basir Hasibuan dicopot dari jabatannya.
Massa juga meminta Kepala Dinas Pendidikan Sumut Alexander Sinulingga bertanggung jawab atas persoalan yang terjadi saat aksi sebelumnya di Kantor Dinas Pendidikan Sumut, Jalan Cik Ditiro, Medan.
Salah seorang orator aksi, Reza mengatakan, aksi tersebut merupakan tindak lanjut dari demonstrasi yang sebelumnya digelar di depan Kantor Disdik Sumut. Saat itu, massa menyampaikan sejumlah tuntutan terkait dugaan pungutan liar (pungli) di salah satu sekolah di Kota Medan serta sejumlah persoalan lainnya di bidang pendidikan.
Menurutnya, persoalan pendidikan semestinya mendapat perhatian serius karena menyangkut kepentingan masyarakat luas, terlebih pendidikan merupakan salah satu layanan publik yang harus dapat diakses masyarakat secara adil.
Namun, lanjut Reza aksi sebelumnya sempat terjadi ketegangan antara massa dengan pihak Disdik Sumut. Ia menyebut dua peserta aksi, yakni Merri (64) dan Rina (34), terdorong hingga terjatuh dan mengalami lebam.
Massa juga mempersoalkan sikap Basir Hasibuan yang dinilai menggunakan kata-kata yang tidak pantas saat menghadapi peserta aksi. Selain itu, massa menuding Basir menginstruksikan pegawai Disdik Sumut untuk menghadang dan melarang peserta aksi memasuki halaman kantor.
“Karena itu, hari ini kami datang ke Kantor Gubernur Sumut untuk meminta pertanggungjawaban Kepala Dinas Pendidikan Sumut dan mendesak agar Kabid SMK Basir Hasibuan dicopot dari jabatannya,” ujar Reza dalam orasinya.
Menanggapi tuntutan tersebut Basir Hasibuan yang menemui massa membantah telah bersikap arogan saat menghadapi demonstrasi sebelumnya. Ia juga menjelaskan bahwa larangan bagi peserta aksi untuk memasuki halaman Kantor Disdik Sumut dilakukan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.
Meski demikian, Basir menyampaikan permohonan maaf apabila dalam peristiwa tersebut terdapat perkataan yang dinilai tidak berkenan oleh peserta aksi.
“Jika ada kata-kata saya kemarin yang tidak berkenan, saya mohon maaf,” kata Basir di hadapan massa.
Pertemuan antara Basir dan massa berlangsung di bawah pengamanan personel Satpol PP Pemerintah Provinsi Sumut bersama aparat kepolisian.
Setelah mendapatkan penjelasan dari Kabid SMK Disdik Sumut Basir didampingi Kasatpol PP Sumut Dr Moettaqien Hasrimi SSTP MSi dan Kadisnaker Sumut Dr Illyan Chandra Simbolon SSTP MSP massa kemudian membubarkan diri secara tertib. (*)












