Medan (suarsair.com) – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 Provinsi Sumatera Utara (Sumut) diwarnai suasana khidmat melalui Upacara Ziarah dan Tabur Bunga yang dipimpin langsung Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution di Taman Makam Pahlawan (TMP) Bukit Barisan, Jalan Sisingamangaraja, Medan, Rabu (15/4/2026).
Upacara diawali dengan mengheningkan cipta sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan yang telah gugur dan berjasa dalam pembangunan Sumatera Utara. Dalam suasana penuh penghormatan, Bobby Nasution mengajak seluruh peserta upacara untuk menundukkan kepala sejenak, mengenang pengorbanan para pendahulu.
“Sebagai bentuk penghormatan kepada jasa para pahlawan, khususnya yang telah berkontribusi bagi pembangunan Sumut, mari kita mengheningkan cipta,” ujar Bobby.
Sebagai simbol penghormatan tertinggi dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Bobby Nasution kemudian meletakkan karangan bunga di monumen utama TMP Bukit Barisan. Prosesi dilanjutkan dengan tabur bunga di sejumlah makam tokoh penting, diawali dari pusara Raja Inal Siregar.
Didampingi Ketua TP PKK Sumut Kahiyang Ayu, Bobby menaburkan bunga sebagai wujud penghormatan, yang kemudian diikuti oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Ziarah berlanjut ke makam Marah Halim Harahap. Kehadiran pejabat daerah, pimpinan BUMN dan BUMD, serta perwakilan negara sahabat menambah kekhidmatan sekaligus menjadi momentum refleksi atas kontribusi besar para tokoh tersebut dalam membangun fondasi Sumatera Utara.
Menurut Bobby Nasution, kegiatan ziarah itu bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan pengingat penting bagi generasi penerus untuk meneladani nilai-nilai perjuangan para pahlawan.
“Ziarah ini menjadi momentum refleksi bagi kita semua untuk melanjutkan perjuangan mereka, demi mewujudkan Sumatera Utara yang lebih maju, sejahtera, dan bermartabat,” tegasnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Gubernur Sumut Surya, Pj Sekretaris Daerah Provinsi Sumut Sulaiman Harahap, unsur Forkopimda, serta berbagai elemen masyarakat.
Sebagai bentuk penghormatan terhadap pemimpin terdahulu, ziarah itu juga mengingatkan kembali dedikasi dua tokoh besar Sumatera Utara. Raja Inal Siregar dikenal melalui gagasan “Marsipature Hutanabe” yang mendorong pembangunan berbasis peran aktif masyarakat daerah. Sementara Marah Halim Harahap dikenang atas kontribusinya dalam stabilitas pemerintahan serta pengembangan olahraga melalui ajang internasional Marah Halim Cup yang pernah mengharumkan nama Medan di mata dunia.
Peringatan HUT ke-78 Sumut itu pun menjadi penegasan bahwa semangat perjuangan para pahlawan akan terus hidup, menjadi fondasi dalam melangkah menuju masa depan yang lebih baik. (*)












