Wagub Sumut Dorong Kolaborasi Lintas Sektor untuk Transformasi Sekolah Kristen di Indonesia

Tarutung (suarsair.com) – Wakil Gubernur Sumut Surya menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan mendorong transformasi sekolah Kristen di Indonesia. Sinergi tersebut diharapkan mampu melahirkan sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing.

Hal itu disampaikan Surya saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) V Majelis Pendidikan Kristen (MPK) di Indonesia di Sopo Partungkoan, Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara, Kamis (15/10/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), jajaran MPK di Indonesia, MPK Wilayah Sumatera Utara–Aceh, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara, serta peserta Rakernas dari berbagai daerah di Indonesia.

Dalam sambutannya, Surya menyampaikan salam hormat dan apresiasi Gubernur Sumut Bobby Nasution kepada seluruh keluarga besar MPK di Indonesia. Ia juga menyampaikan permohonan maaf karena Gubernur Sumut belum dapat hadir secara langsung. Surya berharap Rakernas V MPK menghasilkan keputusan konkret yang bermanfaat bagi kemajuan pendidikan Kristen, khususnya di Sumatera Utara.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, saya menyampaikan selamat datang kepada seluruh peserta Rakernas V MPK di Indonesia. Kehadiran Bapak dan Ibu sekalian merupakan kehormatan bagi masyarakat Sumatera Utara, khususnya masyarakat Tapanuli Utara,” ujar Surya.

Menurutnya, Rakernas merupakan forum penting untuk mengevaluasi program kerja, menyelaraskan arah kebijakan, serta merumuskan program MPK untuk 2027. Karena itu, ia berharap seluruh pembahasan berlangsung secara terbuka dan konstruktif sehingga menghasilkan program yang benar-benar menjawab kebutuhan sekolah-sekolah Kristen di berbagai daerah.

Rakernas V MPK di Indonesia mengusung tema “Fructus in Altum: Transformasi Sekolah Kristen”. Surya menilai tema tersebut relevan dengan tantangan pendidikan saat ini, ketika sekolah dituntut terus berkembang dan memberikan dampak nyata bagi kehidupan masyarakat.

“Transformasi sekolah Kristen perlu diarahkan pada peningkatan mutu pembelajaran, penguatan tata kelola, pengembangan kompetensi guru, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi,” katanya.

Meski demikian, Surya menekankan bahwa kemajuan pendidikan tidak semata-mata diukur dari kemampuan akademik. Pendidikan juga harus membentuk generasi yang memiliki integritas, kepedulian sosial, nilai moral dan spiritual, serta kemampuan hidup berdampingan dalam keberagaman.

Dalam konteks tersebut, ia menilai sekolah-sekolah Kristen memiliki peran strategis dalam mencerdaskan kehidupan bangsa sekaligus membangun generasi muda yang beriman, berkarakter, mandiri, dan berdaya saing.

“Nilai-nilai Kristiani yang ditanamkan dalam proses pendidikan diharapkan tercermin dalam kejujuran, kasih kepada sesama, tanggung jawab, kedisiplinan dan semangat melayani,” jelasnya.

Lebih lanjut, Surya menegaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah, lembaga pendidikan, gereja, keluarga, dunia usaha, dan masyarakat perlu membangun sinergi agar semakin banyak anak memperoleh akses terhadap pendidikan yang bermutu dan berkeadilan.

Menurutnya, semangat tersebut sejalan dengan visi pembangunan Provinsi Sumatera Utara, yaitu “Kolaborasi Sumut Berkah Menuju Sumatera Utara yang Unggul, Maju, dan Berkelanjutan.”

“Kolaborasi berarti membuka ruang kerja sama, menyatukan gagasan dan menggerakkan sumber daya untuk mencapai tujuan bersama. Melalui kolaborasi, kita ingin menghadirkan sumber daya manusia yang unggul, mendorong inovasi dalam penyelenggaraan pendidikan dan memastikan pembangunan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat,” ungkap Surya.

Ia juga mendorong penguatan koordinasi antara MPK dan seluruh pemangku kepentingan. Berbagai bentuk pembinaan, fasilitasi, dan kerja sama diharapkan terus dikembangkan sesuai dengan kewenangan dan kebutuhan masing-masing satuan pendidikan.

Kepada seluruh peserta Rakernas, Surya berpesan agar forum tersebut dimanfaatkan untuk bertukar pikiran, menyampaikan gagasan, serta menyusun program yang terukur dan dapat dilaksanakan.

“Jangan sampai hasil Rakernas berhenti pada dokumen perencanaan. Hasilnya harus diterjemahkan menjadi tindakan nyata yang meningkatkan kualitas pengelolaan sekolah, memperkuat kapasitas guru, mendorong inovasi pembelajaran dan memperluas manfaat pendidikan bagi masyarakat,” tegasnya.

Surya juga mengajak jajaran MPK di Indonesia untuk terus memperkuat tata kelola organisasi dan pengelolaan pendidikan dengan menjunjung prinsip amanah, transparansi, dan akuntabilitas.

Ia berharap Rakernas V MPK di Indonesia menghasilkan keputusan strategis sekaligus memperkuat komitmen bersama untuk memajukan pendidikan Kristen di Indonesia.

“Mari kita bergandengan tangan memberikan dukungan, baik berupa pemikiran, pendampingan maupun bantuan sesuai kemampuan, agar pendidikan semakin mudah dijangkau dan memberikan harapan bagi generasi penerus bangsa,” pungkasnya.

Rakernas V MPK di Indonesia diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat sinergi dan komitmen bersama dalam menghadirkan pendidikan berkualitas yang berkarakter serta mampu menjawab tantangan perkembangan zaman. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *