Medan (suarsair.com) – Pemerintah Kota Medan bersama Badan Pemerintah Komunikasi RI terus mematangkan persiapan pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 2 Medan di Jalan Flamboyan, Kelurahan Tanjung Selamat, Kota Medan.
Sekolah yang dirancang sebagai fasilitas pendidikan terpadu tersebut akan melayani jenjang pendidikan Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). SRT 2 Medan ditargetkan mampu menampung hingga 5.000 siswa.
Persiapan sekolah tersebut mendapat perhatian dalam peninjauan dan koordinasi pelaksanaan program yang turut dihadiri Deputi 3 Kurnia Ramadhana dari Badan Pemerintah Komunikasi RI didampingi Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Syahripal Putra, Jumat (25/9/2026).
Usai peninjauan, Kurnia Ramadhan kepada wartawan mengatakan SRT 2 Medan direncanakan dipersiapkan dalam waktu sekitar enam bulan. Selain ruang pembelajaran, kawasan sekolah akan dilengkapi berbagai fasilitas pendukung, termasuk asrama siswa, ruang makan, ruang komputer serta sarana penunjang kegiatan pendidikan dan pembinaan.
Berdasarkan rencana kawasan, SRT 2 Medan berdiri di atas lahan seluas 66.898 meter persegi atau sekitar 6,69 hektare. Luas tapak bangunan mencapai 16.448,4 meter persegi, sedangkan luas lantai terbangun sekitar 28.020,4 meter persegi.
Secara keseluruhan, kawasan tersebut terdiri dari 18 jenis bangunan dengan total 26 unit fisik. Untuk kegiatan pembelajaran, tersedia masing-masing satu gedung SD, SMP dan SMA. Gedung SD, SMP dan SMA masing-masing dirancang dua lantai. Selain itu terdapat gedung serbaguna yang akan mendukung berbagai kegiatan sekolah.
Fasilitas tempat tinggal juga menjadi bagian penting dalam konsep SRT 2 Medan. Terdapat empat unit asrama putra dan empat unit asrama putri, yang masing-masing terdiri dari dua lantai. Dengan demikian, total terdapat delapan unit gedung asrama siswa.
Kawasan tersebut juga menyediakan dua unit rusun guru yang masing-masing terdiri dari dua lantai. Kehadiran hunian bagi guru menjadi bagian dari konsep pendidikan terintegrasi yang menggabungkan kegiatan belajar, pembinaan dan kehidupan siswa dalam satu kawasan.
Untuk menunjang kebutuhan sehari-hari, tersedia masing-masing satu unit kantin untuk SD, SMP dan SMA, satu unit dapur, serta guest house. Kawasan juga dilengkapi masjid dan gedung ibadah.
Sementara untuk mendukung operasional kawasan, disiapkan rumah genset, tempat pembuangan sementara (TPS), gudang perawatan serta dua unit pos jaga.
Konsep sekolah terintegrasi tersebut tidak hanya menempatkan ruang belajar sebagai fasilitas utama, tetapi juga menggabungkan sarana pendidikan, tempat tinggal, konsumsi dan pembinaan siswa dalam satu lingkungan.
Dalam pengelolaannya, kepala sekolah akan memiliki peran dalam memastikan kegiatan pendidikan dan proses belajar mengajar berjalan sesuai ketentuan. Sementara wali asrama bertugas mendampingi dan membina siswa selama berada di lingkungan asrama.
Di tengah persiapan sarana dan prasarana, kebutuhan tenaga pendidik juga menjadi salah satu perhatian. SRT 2 Medan masih membutuhkan guru untuk mendukung proses pembelajaran pada jenjang SD, SMP dan SMA.
Kebutuhan tenaga pengajar tersebut menjadi penting mengingat daya tampung sekolah direncanakan mencapai ribuan siswa. Ketersediaan guru yang memadai diharapkan dapat memastikan proses pembelajaran dan pendampingan siswa berjalan secara optimal.
Pemko Medan bersama Badan Pemerintah Komunikasi RI dan jajaran pengelola SRT 2 Medan terus melakukan koordinasi untuk mempersiapkan berbagai kebutuhan, baik sarana dan prasarana maupun sumber daya manusia.
Dengan luas kawasan sekitar 6,69 hektare dan fasilitas pendidikan serta hunian yang terintegrasi, SRT 2 Medan di Jalan Flamboyan, Kelurahan Tanjung Selamat, diproyeksikan menjadi salah satu fasilitas pendidikan terpadu yang menyediakan akses belajar sekaligus pembinaan bagi ribuan peserta didik. (Darwin S)












