Medan (suarsair.com) – Malam Keakraban Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Imamat Rajani Medan berlangsung penuh sukacita dan kebersamaan di gedung gereja tersebut, Rabu (28/10/2026) malam. Kegiatan yang dihadiri sekitar 400 jemaat itu mengusung tema “Satu Iman, Satu Keluarga, Akrab dalam Persekutuan”.
Acara diawali makan bersama yang didahului doa oleh Ps Elim Simamora DMin. Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan ibadah praise and worship yang dipandu Jesika Sembiring, Rheka Ketaren dan David Juliandi S.
Suasana keakraban semakin terasa melalui berbagai penampilan yang menghibur sekaligus mempererat persekutuan antarjemaat. Sejumlah acara ditampilkan, di antaranya vocal group (VG), drama singkat, stand-up comedy, serta yel-yel dari kelompok sel (komsel) GPdI Imamat Rajani.
Dalam khotbahnya, Ps Elim Simamora yang juga menjabat Sekretaris Umum (Sekum) GPdI menyampaikan firman Tuhan tentang perumpamaan seorang penabur yang tertulis dalam Matius 13:1-8.
Ia menjelaskan, perumpamaan tersebut menggambarkan benih yang jatuh di empat jenis tanah, yakni di pinggir jalan, tanah berbatu, semak duri, dan tanah yang baik. Benih yang jatuh di tanah yang baik menghasilkan buah berlipat ganda, ada yang 100 kali lipat, 60 kali lipat, dan 30 kali lipat.
Menurutnya, hasil dari benih yang ditabur berkaitan dengan benih itu sendiri, penabur, serta kondisi tanah tempat benih tersebut jatuh.
Benih yang jatuh di pinggir jalan menggambarkan orang yang tidak memahami firman Tuhan sehingga firman itu mudah dirampas oleh si jahat.
Sementara itu, benih yang jatuh di tanah berbatu menggambarkan orang yang tidak memiliki akar yang kuat dalam imannya, sehingga mudah goyah ketika menghadapi kesulitan dan akhirnya murtad.
Adapun benih yang jatuh di tengah semak duri menggambarkan orang yang terhimpit oleh kekhawatiran hidup dan tipu daya dunia, sehingga firman Tuhan tidak dapat bertumbuh dan menghasilkan buah secara maksimal.
Sebaliknya, benih yang jatuh di tanah yang baik menggambarkan orang yang mendengar dan memahami firman Tuhan, kemudian bertumbuh dalam iman serta menghasilkan buah dalam kehidupannya.
Melalui perumpamaan tersebut, Ps Elim mengajak jemaat untuk memiliki hati yang terbuka terhadap firman Tuhan, berakar kuat dalam iman, serta terus bertumbuh dan menghasilkan buah dalam kehidupan sehari-hari.
Malam keakraban itu ditutup dengan pemberian hadiah kepada kelompok sel yang meraih juara pertama hingga kelima.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk apresiasi atas partisipasi dan kebersamaan setiap kelompok sel dalam membangun persekutuan jemaat.
Pelaksanaan acara dikoordinasikan tim pastor, yakni Pdp Arnold Manurung MTh dan Ev Lince Tampubolon, dengan dukungan para majelis jemaat.
Melalui kegiatan ini, GPdI Imamat Rajani Medan diharapkan semakin mempererat tali persaudaraan, memperkuat iman, serta menumbuhkan semangat kebersamaan dalam satu keluarga Allah. (*)












