Medan (suarsair.com) – Organisasi Angkutan Darat (Organda) menyoroti kondisi kabut asap tebal yang diduga dampak dari pembakaran hutan. Selain mengganggu aktivitas masyarakat, kondisi tersebut juga dinilai berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas, khususnya bagi pengemudi angkutan umum yang beraktivitas di jalan raya.
Sekretaris Organda Medan, Jaya Sinaga mengatakan, kabut asap tebal sangat mengganggu aktivitas operasional angkutan umum. Jarak pandang pengemudi yang terganggu akibat asap dapat meningkatkan risiko kecelakaan apabila tidak diantisipasi dengan baik.
Hal itu dikatakan Jaya Sinaga melalui pesan WhatsApp kepada suarsair.com, Kamis (15/10/2026). Dia berharap pemerintah kota maupun pemerintah provinsi segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan kabut asap tersebut.
Menurutnya, penanganan kabut asap perlu menjadi perhatian bersama agar kondisi lingkungan kembali membaik dan masyarakat, khususnya para pengemudi angkutan umum, dapat beraktivitas dengan aman.
Dia juga mengimbau seluruh sopir angkutan umum agar meningkatkan kewaspadaan saat berkendara di tengah kondisi kabut asap. Pengemudi diminta menjaga kecepatan kendaraan, tidak memacu kendaraan secara berlebihan, serta memperhatikan kondisi jalan dan jarak pandang.
“Pengemudi harus lebih berhati-hati dalam menjalankan aktivitasnya. Jangan memaksakan kecepatan apabila jarak pandang terganggu akibat asap,” demikian imbauan yang disampaikan.
Dia menegaskan, keselamatan penumpang dan pengemudi harus menjadi prioritas, sehingga diperlukan langkah antisipatif untuk meminimalkan risiko kecelakaan selama kondisi kabut asap masih terjadi. (*)












