Medan (suarsair.com) – Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah I Medan memprakirakan cuaca di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) pada periode 29 Juni hingga 6 Juli 2026 masih didominasi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat.
Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama hujan lebat yang dapat disertai angin kencang pada sore hingga malam hari.
Ketua Tim Sistem Peringatan Dini Meteorologi (MEWS) BMKG Wilayah I Martha Rosefina Manurung menjelaskan kondisi tersebut dipengaruhi adanya belokan angin di Samudera Hindia barat Sumatera yang membentuk daerah pertemuan angin (konvergensi) di wilayah Sumut.
Selain itu, kondisi atmosfer yang labil turut mendukung proses konvektif dan pembentukan awan hujan. “Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah wilayah di Sumut mencatat curah hujan dengan kategori lebat hingga sangat lebat,” ujarnya, Senin (29/6/2026).
BMKG mencatat pada 24 Juni 2026, Pos Hujan Langga Payung di Kabupaten Labuhanbatu Selatan merekam curah hujan 95 milimeter dan AWS Jawa Maraja Bah Jambi di Kabupaten Simalungun sebesar 56,6 milimeter.
Pada 25 Juni, Pos Hujan Sidamanik mencatat 68 milimeter dan ARG Raya di Kabupaten Simalungun 62,6 milimeter. Selanjutnya, pada 26 Juni, Pos Hujan Turangi Lama di Kabupaten Langkat serta Pos Hujan Binjai Utara di Kota Binjai masing-masing mencatat curah hujan 80 milimeter.
Sementara pada 28 Juni, Pos Hujan Onan Runggu di Kabupaten Samosir mencatat curah hujan tertinggi mencapai 183 milimeter dan ARG Pakkat di Kabupaten Humbang Hasundutan sebesar 64,6 milimeter.
Menurut BMKG, aktifnya gelombang atmosfer dan adanya belokan angin (shearline) turut mendukung proses pengangkatan massa udara yang memicu pembentukan awan hujan.
Suhu permukaan laut di Selat Malaka dan perairan barat Sumut yang masih relatif hangat juga berkontribusi memperkuat pertumbuhan awan konvektif.
Di sisi lain, Monsun Australia yang masih aktif membawa massa udara lebih kering ke Sumut. Kondisi tersebut menyebabkan cuaca pada pagi hingga siang hari umumnya cerah hingga cerah berawan dengan suhu udara yang terasa lebih panas.
Pemanasan pada siang hari kemudian berpotensi memicu pertumbuhan awan konvektif yang menghasilkan hujan disertai angin kencang secara lokal pada sore hingga malam hari.
BMKG memprakirakan wilayah yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat meliputi Kabupaten Asahan, Batubara, Dairi, Karo, Pakpak Bharat, Langkat, Deli Serdang, Serdang Bedagai, Labuhanbatu, Labuhanbatu Selatan, Labuhanbatu Utara, Humbang Hasundutan.
Kemudian, Samosir, Toba, Simalungun, Padang Lawas Utara, Padang Lawas, Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Mandailing Natal, Nias, Nias Selatan, Nias Utara, Nias Barat, serta Kota Medan, Binjai, Tebing Tinggi, dan Gunungsitoli.
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan selalu mengikuti informasi cuaca dari sumber resmi BMKG. Pemerintah daerah juga diminta terus berkoordinasi dengan BPBD, TNI, dan Polri setempat guna mengantisipasi dampak cuaca ekstrem serta memastikan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi. (*)












