Stand Padang Lawas Pikat Pengunjung PRSU 2026 dengan Manisan Balakka hingga Gupak Khas Daerah

Medan (suarsair.com) – Stand Kabupaten Padang Lawas (Palas) kembali menjadi salah satu daya tarik di Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) 2026. Beragam produk unggulan hasil karya pelaku UMKM dan kekayaan budaya lokal ditampilkan sebagai upaya memperkenalkan potensi daerah kepada masyarakat luas.

Saat berkunjung ke stand tersebut, Kamis (23/7/2026) malam jurnalis media ini berbincang dengan pengelola stand, Ihsan Mudiansyah Hasibuan. Ia menjelaskan bahwa seluruh produk yang dipamerkan merupakan hasil karya masyarakat Padang Lawas yang dibawa langsung dari daerah.

“Produk andalan kami adalah Manisan Balakka. Balakka merupakan buah khas Padang Lawas yang bentuknya mirip buah plum sebelum diolah. Setelah diproses oleh pelaku UMKM, buah ini menjadi manisan dengan cita rasa yang khas,” ujar Ihsan.

Selain Manisan Balakka, Stand Padang Lawas juga menawarkan Ulame, makanan tradisional yang sekilas menyerupai dodol. Namun, kuliner khas itu dibuat menggunakan tepung beras sehingga memiliki tekstur dan cita rasa yang berbeda.

Bagi pecinta kopi, tersedia pula Kopi Robusta asli Padang Lawas yang dipasarkan dengan harga Rp40.000 per kemasan 250 gram.

Tak hanya menyuguhkan produk kuliner, Pemerintah Kabupaten Padang Lawas juga memamerkan berbagai kerajinan tangan serta peralatan tradisional. Salah satu produk yang paling menarik perhatian adalah Gupak, parang panjang buatan pandai besi lokal yang biasa digunakan masyarakat untuk menebang pohon maupun membersihkan rumput di lahan pertanian.

“Gupak ini merupakan alat bantu pertanian yang banyak digunakan masyarakat. Selain itu, kami juga membawa hasil bumi seperti kulit manis, pasak bumi, serta berbagai kerajinan anyaman rotan khas Padang Lawas,” jelasnya.

Stand Padang Lawas telah melayani pengunjung sejak pembukaan PRSU pada 3 Juli 2026 dan akan terus mempromosikan berbagai produk unggulan daerah hingga penutupan acara pada 2 Agustus 2026.

Di balik antusiasme mempromosikan produk lokal, Ihsan juga menyampaikan harapannya terhadap penyelenggaraan PRSU ke depan. Menurutnya, harga tiket masuk sebaiknya dapat disesuaikan agar lebih terjangkau sehingga jumlah pengunjung meningkat dan berdampak positif terhadap penjualan produk UMKM di setiap paviliun daerah.

“Harapannya ke depan harga tiket masuk bisa diturunkan. Dengan begitu masyarakat akan lebih ramai datang seperti tahun lalu, sehingga mereka juga memiliki kesempatan untuk berbelanja produk-produk UMKM yang dipamerkan di dalam paviliun,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *