Langkat (suarsair.com) – Harga Tandan Buah Segar (TBS) dalam kurun waktu lima hari turun ke harga terendah Rp 1500 per Kg, sebelumnya, Kamis 21 Mei 2026 harga TBS Rp 2.800, kemudian 22 Mei 2026 turun menjadi Rp 2.500 hingga 23 Mei 2026 turun ke angka Rp 1.500 per kilo.
Turunnya harga TBS itu membuat petani sawit di Langkat ramai-ramai mendatangi Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Langkat. Mereka mengadukan nasib rendahnya harga sawit hasil kebunnya.
Hal ini disampaikan Ketua Fraksi PDIP Drs Pimanta Ginting kepada wartawan di Ruang kerjanya, Senin (25/5/2026).
“Dalam lima hari ini, banyak petani kelapa sawit Langkat, datang mempertanyakan anjloknya harga sawit mereka. Rendahnya harga TBS telah mengguncang perekonomian masyarakat petani sawit di Langkat. Sementara, mereka banyak mengandalkan hidup dari hasil kebun sawitnya,” katanya.
Untuk menanggapi keluhan masyarakat, pihaknya akan memanggil pengelola pabrik kelapa sawit dan pihak terkait Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) mempertanyakan penyebab turunnya harga jual TBS di Kabupaten Langkat.
“Untuk mengetahui penyebab anjloknya harga TBS ditingkat petani, Fraksi PDIP Langkat akan mengusulkan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan pengelola pabrik kelapa sawit di Kabupaten Langkat.
Lebih lanjut, Fraksi PDIP Langkat meminta agar pemerintah hadir menyikapi nasib petani sawit di daerah Langkat.
“Jangan biarkan masyarakat khawatir atas perekonomian yang menimpa kehidupan keluarganya, pemerintah harus hadir menyelesaikan masalah ini,” imbuhnya.
Dia bahkan menduga, gonjang ganjing harga sawit itu ada hubungan dengan rencana keberadaan PT Danantara Sumberdaya Indonesia Kelola Ekspor Sumber Daya Alam (SDA), jika rendahnya harga TBS ini dikarenakan oleh “mafia” yang selama ini mengendalikan harga sawit dari hulu hingga hilir.
“Kita menduga, turunnya harga TBS hingga Rp 1000 per Kg ada kaitannya dengan rencana pemerintah mendirikan PT. Danantara Sumberdaya Indonesia menangani ekspor, seperti diketahui, kan kecendrungan harga CPO dunia harga cukup tinggi kenapa harga TBS saat ini sangat rendah,” ungkapnya.
Jika benar ada hubungannya dengan rencana pendirian itu, pemerintah pusat harus sudah mengantisipasi dan mengambil jalan keluarnya membantu rakyat. (AS)












