Medan (suarsair.com) – Ketua Dewan Penasehat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Evi Novida Ginting mengajak para ibu untuk meningkatkan kemampuan literasi melalui interaksi intensif di rumah, seperti membacakan cerita, menyediakan bahan bacaan, dan menciptakan lingkungan yang kaya literasi.
Ajakan tersebut disampaikannya pada Seminar Parenting bertajuk “Sumut Cerdas Berliterasi Membangun Generasi Emas yang Inovatif” yang digelar Dharma Wanita Persatuan Provinsi Sumut di Kantor DWP Sumut, Jalan T Cik Ditiro, Medan, Rabu (6/5/2026).
“Saat ini, makna literasi bukan lagi sekadar kemampuan membaca dan menulis, melainkan juga kemampuan untuk memahami informasi, berpikir kritis, serta cerdas secara emosional di tengah derasnya arus teknologi,” katanya.
Seminar yang turut dihadiri Penasihat DWP Sumut Kahiyang Ayu itu menegaskan bahwa ibu merupakan madrasah pertama bagi anak. Peran ibu dinilai sangat penting dalam membentuk fondasi karakter, kecerdasan, serta kemampuan literasi anak.
“Untuk membangun generasi emas yang inovatif, tentu kita tidak bisa hanya mengandalkan pola asuh masa lalu. Kita sebagai orang tua harus terus belajar, upgrade ilmu, dan membuka wawasan. Oleh karena itu, melalui seminar ini, kita akan banyak belajar dan membuka mata hati kita,” ujarnya.
Seminar tersebut menghadirkan Psikolog Herlina Sri Hastuty yang membagikan tips menumbuhkan minat baca dari rumah. Ia menekankan pentingnya membaca sebagai sarana membuka wawasan dan melatih kemampuan berpikir sejak dini.
“Anak yang gemar membaca cenderung memiliki prestasi akademik yang lebih baik, memiliki daya pikir kritis, dan mampu mengekspresikan diri dengan baik,” katanya.
Ia juga menyarankan beberapa strategi agar anak gemar membaca, di antaranya membaca bersama keluarga untuk menciptakan pengalaman menyenangkan, menggunakan buku interaktif dan audiobook sebagai variasi, serta memanfaatkan cerita dan dongeng.
Selain itu, akademisi Doris Apriani Ritonga turut memberikan wawasan mengenai cara membangun struktur berpikir kognitif dan menumbuhkan daya inovasi anak sejak dini di lingkungan keluarga.
Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam meningkatkan literasi, pemanfaatan teknologi secara positif, pelatihan literasi digital dan media, pembentukan komunitas belajar inovatif, serta pemberdayaan ibu-ibu Dharma Wanita sebagai fasilitator literasi.
“Mari dukung program literasi demi generasi emas Sumatera Utara. Peran ibu sangat strategis dalam mendukung pendidikan,” pungkasnya. (*)












