Polmed Kuatkan Dua Pilar, Integritas Kampus dan Adaptasi Mahasiswa di Era Teknologi

Medan (suarsair.com) – Politeknik Negeri Medan (Polmed) menargetkan terwujudnya lingkungan kampus yang aman dan berintegritas, sekaligus mencetak lulusan yang siap menghadapi perubahan dunia kerja yang kian dinamis.

Direktur Polmed Dr Ir Idham Kamil ST MT menyebut ke depan Polmed akan
menitikberatkan pada penguatan ekosistem pendidikan yang berorientasi pada pembentukan karakter, etika, serta kesiapan adaptasi mahasiswa terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan industri.

“Kampus harus menjadi ruang yang aman sekaligus relevan dengan dunia kerja. Itu yang menjadi arah utama pengembangan kami ke depan,” ujarnya di hadapan awak media sekaligus memaparkan arah kebijakan dan misi pengembangan kampus dalam konferensi pers dengan jurnalis kota Medan yang digelar di Gedung Direktorat, Kamis (30/4/2026).

Di hadapan awak media, Direktur menyebut bahwa langkah konkret telah dilakukan melalui sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT) yang
menyasar seluruh civitas akademika dengan menghadirkan langsung Kombes Pol Kristinatara Wahyuningrum SH MH, selaku Direktur Reserse PPA & PPO Polda Sumut sebagai narasumber yang memberikan pengarahan langsung, khususnya terkait upaya pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan kampus.

Program ini, ungkap beliau, tidak berhenti pada tatanan administratif, tetapi diarahkan untuk membangun kesadaran kolektif dan budaya kampus yang lebih aman.

“Upaya ini kami dorong secara serius. Lingkungan belajar harus bebas dari kekerasan dan menjadi ruang yang aman bagi seluruh mahasiswa,” ujarnya.

Selain penguatan aspek internal kampus, Polmed juga membuka ruang kolaborasi
dengan pemerintah dalam menyiapkan lulusan yang relevan dengan kebutuhan industri.

Hal ini ditunjukkan melalui kehadiran Menteri Ketenagakerjaan RI, Prof Yassierli PhD, yang memberikan kuliah umum kepada ratusan mahasiswa. Dalam forum tersebut, Yassierli menyoroti pergeseran besar di pasar kerja akibat digitalisasi dan kecerdasan buatan (AI), serta pentingnya kesiapan sumber daya manusia untuk beradaptasi dengan perubahan tersebut.

Direktur Polmed menilai, kehadiran Menteri Ketenagakerjaan menjadi bagian dari langkah kampus dalam memperkuat link and match antara pendidikan vokasi dan kebutuhan dunia kerja.

“Kami ingin memastikan mahasiswa selain siap secara teknis, tetapi juga memiliki daya adaptasi dan pola pikir yang sesuai dengan tuntutan industri saat ini,” katanya.

Ia menambahkan, Polmed akan terus mendorong program-program penguatan karakter, kedisiplinan, serta peningkatan kompetensi berbasis kebutuhan riil dunia kerja.

Konferensi pers ini sekaligus menjadi penegasan arah kebijakan Polmed yang
menempatkan aspek keamanan kampus dan kesiapan kerja sebagai dua pilar utama dalam pengembangan institusi. (Roni H)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *