Medan (suarsair.com) – Dinas Perindustrian dan Perdagangan ESDM Provinsi Sumatera Utara melaksanakan monitoring terhadap produsen dan distributor Minyakita di wilayah Sumut. Berdasarkan temuan di lapangan, kelangkaan Minyakita yang terjadi saat ini bukan disebabkan oleh keterbatasan produksi, melainkan kendala pada aspek distribusi, khususnya pengangkutan.
Hal itu disampaikan Kadis Perindustrian dan Perdagangan ESDM Sumut Dedi JP Harahap melalui Kabid PPDN-TN Charles TH Situmorang kepada suarsair.com, Sabtu (18/4/2026) melalui pesan WhatsApp.
Dijelaskan, sejumlah produsen utama seperti PT Musim Mas, PT Permata Grup dan PT Yorgo Anugerah Nusantara tercatat memiliki kapasitas produksi yang memadai. Bahkan, masih terdapat stok yang belum terserap, seperti 908 ton produksi PT Permata Hijau Sawit yang belum diambil oleh Bulog akibat keterbatasan armada angkut.
Dalam menyikapi kondisi tersebut, para produsen berkomitmen untuk mempercepat distribusi Minyakita, khususnya untuk kebutuhan non Program Bantuan Pangan (Non Banpang). PT Yorgo Anugerah Nusantara tercatat telah menyalurkan lebih dari 1.394 ton sejak awal April 2026, sementara PT Musim Mas dan PT Permata Grup akan mulai mendistribusikan Minyakita Non Banpang pada minggu keempat April 2026.
Di sisi lain, terdapat potensi tantangan ke depan terkait produksi, yakni keterbatasan bahan kemasan plastik akibat kenaikan harga minyak dunia yang dipicu konflik di Timur Tengah. Kondisi itu berpotensi memengaruhi stabilitas produksi dan harga Minyakita jika tidak segera diantisipasi.
Kabid PPDN-TN Charles TH Situmorang menegaskan akan terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait guna memastikan kelancaran distribusi serta menjaga ketersediaan dan stabilitas harga Minyakita di tengah masyarakat, khususnya di Kota Medan dan sekitarnya. (*)












