Medan (suarsair.com)
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sumatera Utara Mulyono menyampaikan komitmen pihaknya dalam memperkuat peran strategis lembaga dalam menjaga ideologi, karakter kebangsaan, politik dalam negeri, ketahanan ekonomi, serta kewaspadaan terhadap potensi konflik di daerah.
Dalam menjalankan tugasnya, Kesbangpol Sumut aktif berkoordinasi dan bersinergi dengan berbagai pihak seperti Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), forum-forum budaya, serta pemerintah kabupaten dan kota. “Kita terus mengedepankan semangat persatuan, saling menjaga antarumat, baik yang seiman maupun yang berbeda keyakinan. Budaya adalah perekat bangsa,” ujar Mulyono kepada wartawan, Selasa (15/10/2025) di kantor Gubernur Sumut, Medan.
Salah satu perhatian utama saat ini adalah upaya serius dalam penanggulangan narkoba. Provinsi Sumut yang sempat tercatat sebagai daerah peringkat satu dalam peredaran narkoba menjadi perhatian khusus Gubernur Sumatera Utara, yang menginstruksikan agar masalah ini segera ditangani secara terintegrasi.
Kesbangpol saat ini bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam mengimplementasikan berbagai rencana aksi, baik dari sisi pencegahan, pemberantasan, hingga rehabilitasi pengguna. Sosialisasi gencar dilakukan ke masyarakat umum, mahasiswa di berbagai universitas, serta para tokoh agama, masyarakat, dan pemuda.
“Kita juga menyentuh mereka yang sudah sembuh dari ketergantungan narkoba. Pemprov akan memberikan pelatihan keterampilan agar mereka bisa kembali produktif dan memiliki pekerjaan tetap,” ungkap Mulyono.
Namun demikian, Mulyono menekankan bahwa upaya ini membutuhkan sinergi lintas sektor mengingat keterbatasan anggaran. “Kita tidak bisa bekerja sendiri. Maka kolaborasi dengan instansi lain menjadi keharusan,” tambahnya.
Diharapkan, dengan semakin banyaknya upaya pencegahan dan sosialisasi, permintaan terhadap narkoba bisa ditekan. “Barang mungkin masih masuk, tapi jika tidak ada yang membeli, maka suplai akan berhenti. Ini yang kita kejar, agar Sumut bukan lagi peringkat satu,” pungkasnya. (*)












