Medan (suarsair.com) – Universitas HKBP Nommensen (UHN) menyatakan kesiapannya untuk menjalin kerja sama dengan Majelis Pendidikan Kristen Wilayah (MPKW) Sumatera Utara-Aceh dalam mengirimkan mahasiswa untuk melaksanakan program magang dan pengabdian di daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T).
Hal tersebut disampaikan Rektor Universitas HKBP Nommensen, Dr Richard AM Napitupulu ST MT dalam pemaparannya pada Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) II MPKW Sumut-Aceh di Aula HKBP Distrik X Medan-Aceh, Medan, Jumat (6/11/2026).
Dalam pemaparannya, Dr Richard menyampaikan bahwa Universitas HKBP Nommensen memiliki pengalaman membantu mengirimkan mahasiswa untuk melaksanakan kegiatan magang di sejumlah daerah, termasuk Kepulauan Mentawai.
Program tersebut merupakan bagian dari misi perguruan tinggi untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan, khususnya di daerah-daerah tertinggal yang masih menghadapi keterbatasan tenaga pendidik.
Menurutnya, program pengiriman mahasiswa magang tersebut berpeluang dikembangkan melalui kerja sama dengan MPKW Sumut-Aceh. Dengan demikian, mahasiswa UHN dapat mengambil bagian dalam membantu sekolah-sekolah di bawah naungan yayasan pendidikan Kristen yang membutuhkan tenaga pengajar.
Ia menyebutkan, sejumlah wilayah seperti Kepulauan Mentawai, Mendanau, Rupat, dan daerah lainnya menjadi kawasan yang dapat menjadi perhatian dalam pengembangan program pengabdian dan magang mahasiswa.
Dr Richard mengatakan, pihaknya terbuka untuk menjalin komunikasi dan koordinasi dengan MPKW Sumut-Aceh apabila terdapat yayasan atau sekolah yang membutuhkan dukungan tenaga pendidik.
“Kami melihat MPKW Sumut-Aceh bisa bekerja sama dengan Universitas HKBP Nommensen untuk program magang di daerah tertinggal. Jika ada kebutuhan, silakan menghubungi kami agar mahasiswa dapat dikirim untuk melaksanakan magang,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa persoalan keterbatasan tenaga guru dan kebutuhan peningkatan kualitas pendidikan di daerah 3T bukan hanya menjadi pergumulan MPKW, melainkan juga menjadi perhatian Universitas HKBP Nommensen.
“Pergumulan MPKW itu juga merupakan pergumulan Nommensen. Kami berkenan mengirimkan mahasiswa ke yayasan-yayasan yang membutuhkan guru sesuai kebutuhan MPKW,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia berharap peluang kerja sama tersebut dapat ditindaklanjuti melalui komunikasi antara pihak universitas, MPKW, serta yayasan-yayasan pendidikan Kristen yang membutuhkan dukungan tenaga pengajar.
Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman praktik lapangan, tetapi juga kesempatan mengembangkan kompetensi, membangun kepedulian sosial, serta mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
Di sisi lain, kehadiran mahasiswa magang di sekolah-sekolah daerah 3T diharapkan dapat membantu mengatasi keterbatasan tenaga pendidik, sekaligus mendukung keberlangsungan pelayanan pendidikan Kristen di wilayah tersebut.
Tawaran kerja sama Universitas HKBP Nommensen ini mendapat relevansi dengan pergumulan MPKW Sumut-Aceh dalam mendorong pemerataan kualitas pendidikan, terutama bagi sekolah-sekolah Kristen yang berada di wilayah terpencil dan membutuhkan perhatian lebih.
Melalui sinergi antara perguruan tinggi, gereja, MPKW, dan yayasan pendidikan, diharapkan semakin banyak generasi muda yang terlibat dalam pelayanan pendidikan sehingga anak-anak di daerah 3T juga memperoleh kesempatan belajar dan pendidikan yang berkualitas.
Hadir dalam acara itu Ketua MPKW Sumut Aceh Dr RE Nainggolan MM, Penasehat Pdt R Bambang Jonan, Badan Pengawas Sanggam Hutagalung, Ketua Panitia Dr Emanuel Daeli, Sekretaris Susiana Silangit, Ketua PWKI Sumut Veronika Sitanggang, Sihar Cibro, Erikson Tobing, Chandra Siahaan, Praeses HKBP Distrik X Medan Aceh Pdt Suwandi Sinambela (Pengkhotbah Ibadah Pembukaan), Wagub Sumut Surya, Kepala BPSDM Sumut Dr Agustinus Panjaitan, Kadis Pariwisata Sumut Terang Dewi Susantri Ujung SSTP MPa, Kadis Pemadam Kebakaran Medan Wangro Malau, Jadi Pane SPd MM dan panitia lainnya. (*)












