Medan (suarsair.com) – Hujan deras tak menyurutkan semangat puluhan buruh yang tergabung dalam KSPSI DPD AGN untuk menyampaikan aspirasi di depan Kantor Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Selasa (6/10/2026).
Massa sebelumnya berjalan kaki dari Kantor DPRD Sumatera Utara menuju Kantor Gubernur Sumut. Aksi tersebut menyebabkan sejumlah ruas jalan di sekitar lokasi mengalami kepadatan dan kemacetan arus lalu lintas.
Setibanya di depan Kantor Gubsu, massa memadati pintu utama sembari membawa spanduk dan poster berisi berbagai tuntutan. Aspirasi disampaikan melalui pengeras suara dari atas mobil komando.
Situasi sempat memanas ketika sejumlah peserta aksi menggoyang-goyangkan gerbang utama Kantor Gubernur Sumut. Namun, massa tetap bertahan dengan tertib untuk menyampaikan tuntutan mereka.
Gerimis yang turun sejak massa tiba di lokasi kemudian berubah menjadi hujan deras. Meski demikian, para buruh tidak beranjak. Sebagian massa bahkan berjoget mengikuti irama musik yang diputar dari mobil komando sebagai upaya menjaga semangat dan kekompakan di tengah guyuran hujan.
Koordinator aksi, TM Yusup mengatakan aksi tersebut merupakan bagian dari gerakan buruh yang digelar secara serentak di 30 provinsi di Indonesia.
Salah satu tuntutan utama massa adalah agar rancangan undang-undang yang berkaitan dengan buruh dan pekerja segera disahkan. Mereka mendesak pemerintah dan DPR memberikan kepastian terhadap regulasi yang dinilai penting untuk memperkuat perlindungan serta hak-hak pekerja.
Dalam aksi tersebut, massa juga secara khusus meminta Gubsu Bobby Afif Nasution mengawal pembahasan RUU Buruh. Mereka berharap tidak ada pasal-pasal lain yang disisipkan dalam regulasi tersebut tanpa sepengetahuan atau persetujuan para pekerja.
“Gubsu harus mengawal RUU Buruh agar tidak ada UU siluman yang disisipkan. Kami memastikan masih ada pasal-pasal yang disisipkan dan ini harus segera diambil sikap,” ujar massa dalam orasinya.
Selain menyampaikan tuntutan terkait RUU Buruh, massa juga menyampaikan apresiasi kepada Kepala Dinas Ketenagakerjaan Sumatera Utara (Kadisnaker Sumut) yang disebut telah membantu biaya pengobatan rumah sakit saat aksi buruh di Dinas Pendidikan Sumut sebelumnya.
Aspirasi massa kemudian diterima sejumlah pejabat Pemprov Sumut. Mereka di antaranya Kasatpol PP Sumut Dr Moettaqien Hasrimi, Kadisnaker Sumut Dr Illyan Chandra Simbolon, serta Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, Pembangunan, Aset dan Sumber Daya Alam Pemprov Sumut, Parlindungan Pane SH MSi.
Setelah mendengarkan penjelasan dan aspirasi yang disampaikan para buruh, massa akhirnya membubarkan diri dengan tertib.
Aksi tersebut menjadi bagian dari konsolidasi buruh di berbagai daerah yang mendorong pemerintah dan DPR segera memberikan kepastian terhadap regulasi ketenagakerjaan. Meski berlangsung di tengah hujan deras, massa tetap bertahan hingga aspirasi mereka diterima oleh perwakilan Pemprov Sumut. (*)












