Daerah  

Rakernas PPTSB Berlangsung Sukses di Medan

Medan (suarsair.com)

Parsadaan Pomparan Toga Sinaga dohot Boru (PPTSB) se-Indonesia/se-Dunia menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) berjalan sukses dan ditandai penandatangan MoU kerja sama pendidikan antara PPTSB se-Indonesia dengan PT Pendidikan Ganesha Operation di Wisma Toga Sinaga (Tosin), Jalan Bunga Terompet Ujung, Medan, Minggu (1/2/2026).

Acara Rakernas diawali dengan ibadah, khotbah dibawakan Pdt Hulman Sinaga, Ketua Rapat Pendeta (KRP) HKBP dan doa syafaat Pdt Dr Deonal Sinaga, Kadep Koinonia HKBP dan dibuka Ketua Umum Ir Edison Sinaga.

Ketua Panitia Prof Dr Jon Piter Sinaga Mkes mengatakan, agenda Rakernas tahun 2025 dilaksanakan untuk mengevaluasi hasil kerja pengurus lewat laporan.

“Rakernas ini adalah amanah AD/ART untuk mengevaluasi hasil kerja tahunan, selain itu juga akan membentuk panitia Musyawarah Besar (Mubes) ke 16,” kata Prof Jon Piter kepada wartawan.

Ada tiga rekomendasi yang akan disampaikan pada Mubes kata Jon Piter. Pertama, penyempurnaan AD/ART untuk diperbaharui sesuai perkembangan zaman. Kedua, merumuskan rancangan program kerja dan ketiga, menginisiasi generasi muda PPTSB agar lebih maju dan terdepan di kemudian hari. Dalam Rakernas itu kata Jon Piter, PPTSB akan serius membahas generasi muda mereka dengan pola bersih dari pengangguran.

Karena kalau generasi muda terlalu lama pengangguran mereka akan terobsesi dengan narkoba. Generasi muda juga akan diberdayakan menjadi agen perubahan di tubuh organisasi PPTSB.

“Para generasi muda akan dipersiapkan dan dibimbing supaya bisa memelihara nilai-nilai budaya dan menjadikan PPTSB sebagai organisasi marga yang modern berbasis Sitolu Ompu Sisia Ama (tiga Kakek, Sembilan Bapak). Ini harus kita lakukan, karena cepat atau lambat generasi tua akan digeser generasi muda,” terangnya.

Sehingga,, kata Jon Piter, sebelum estafet kepemimpinan diserahkan kepada generasi muda, para orangtua sebagai pengurus PPTSB harus membekali putra-putri mereka terlebih dahulu akan dibekali dengan AD/ART organisasi, kemudian tarombo marga sendiri sehingga memahami Dalihan Natolu yakni somba marhula-hula, elek marboru dan manat mardongan tubu.

“Generasi muda harus paham tutur mereka, kepada tutur yang bagaimana mereka memanggil bapa tua, bapa uda, abang, adik, ito, namboru atau amangboru. Makanya silsilah marga harus mereka ketahui, karena masih banyak yang belum tahun tarombonya. Jangan pula sebagai ketua wilayah tapi tidak tahu tutur, itu tidak boleh,” ungkapnya.

Untuk menghindari ketidaktahuan tarombo, PPTSB akan membuat seminar budaya Batak dan latihan Parsinabul (juru bicara adat). Agar budaya batak tetap lestari, diwarsikan kepada generasi muda sehingga ketika mereka nanti menerima estafet sebagai pengurus marga Sinaga, mereka sudah paham sendi-sendi budaya batak.

Kegiatan Rakernas yang diselenggarakan dengan penuh keakraban antara pengurus PPTSB tersebut berlanjut dengan penandatanganan kerja sama antara PT Pendidikan Ganesha Operation, yang dilakukan Ir Edison Sinaga selaku Ketua Umum PPTSB se-Indonesia sebagai Pihak Pertama, serta Prof Dr Ir Bob Foster Sinaga MM selaku Direktur Utama PT Pendidikan Ganesha Operation dan tertuang dalam dokumen bernomor 003/KS/PP/PPTSB/I/2026 dan 016/TU-Dirut/GO/SINAGA/II/2026.

Melalui kerja sama itu diharapkan akses bimbingan belajar berkualitas dapat diperluas bagi putra-putri warga PPTSB di seluruh Indonesia. Program itu dirancang untuk memberikan kemudahan sekaligus mendorong peningkatan prestasi akademik secara berkelanjutan di berbagai jenjang pendidikan, sebab kerja sama itu juga sejalan dengan misi Ganesha Operation dalam membangun budaya belajar yang kuat dan meningkatkan mutu pendidikan nasional. Dengan ditandatanganinya perjanjian itu sinergi antara PPTSB dan Ganesha Operation diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang berdaya saing hingga tingkat nasional dan internasional.

Terpisah Dr Wilmar Eliaser Simandjorang, Dipl Ec Dipl Plan MSi Ketua Pusat Studi Geopark Indonesia / Penggiat Lingkungan mengatakan pada masa perjuangan kemerdekaan, pemuda Indonesia berada di garis depan dengan alat yang sederhana, namun dengan visi besar tentang masa depan bangsa. Di era digital, “alat perjuangan” itu berubah bentuk dari bambu runcing menjadi pengetahuan, teknologi, inovasi dan jejaring global. Namun semangatnya tetap sama berjuang untuk kemajuan bersama.

Ia menjelaskan Generasi muda yang dibutuhkan hari ini adalah mereka yang melek digital, mampu menggunakan teknologi sebagai alat peningkatan kualitas hidup.  Adaptif dan kritis, tidak gagap menghadapi perubahan yang cepat.  Inovatif, memanfaatkan digitalisasi untuk menjawab tantangan sosial dan budaya. Berintegritas, menjunjung nilai moral dan identitas budaya di tengah keterbukaan global.

“Dengan kata lain, generasi muda Toga Sinaga diharapkan menjadi pemimpin digital yang berakar pada nilai budaya, namun berpandangan global, sebagaimana para pemuda pendiri bangsa yang berpikir melampaui zamannya,” harapnya.

Pada puncak acara, para peserta Rakernas menyepakati tiga rekomendasi utama untuk kemajuan organisasi. Rekomendasi tersebut meliputi penguatan peran generasi muda dalam struktur AD/ART, perumusan Program Kerja 2026-2030, serta pembentukan Panitia Musyawarah Besar (Mubes) PPTSB Tahun 2026.

Sebagai bentuk kesiapan transisi kepemimpinan, forum resmi menetapkan susunan Panitia Mubes 2026 sebagai berikut:

Ketua Mubes Jonpiter Sinaga,
Sekretaris St Yas Sinaga, Ketua OC Cyrus Sinaga, Sekretaris OC Aldon Sinaga,
Bendahara Situmorang.
Kemudian akan disusun komposisi perangkatnya. Melalui keputusan-keputusan penting itu PPTSB optimis dapat terus bertransformasi menjadi organisasi yang modern, profesional, namun tetap berpijak teguh pada akar budaya luhur Toga Sinaga.

Hadir juga pada kesempatan itu,
Pemangku Adat Pusat Drs Sabam Sinaga, memimpin kehadiran para tokoh adat bersama jajaran Penasehat Pusat seperti Amazon Sinaga SH dan H Sulaiman Sinaga. Selain itu, hadir pula Dewan Pembina Mangihut Sinaga SH yang memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan forum nasional itu, Dewan Pakar yakni Dr Wilmar Eliaser Simandjorang dan Osberth Sinaga, Ketua Dewan Pengawas Jenri Sinaga, Anggota DPD RI Bedikenita Sitepu, Bupati Dairi Vikner Sinaga. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *