Perkembangan Situasi Bencana Alam Wilayah Hukum Polda Sumut 

Medan (suarsair.com) 
Intensitas hujan tinggi yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Sumatera Utara pada Senin–Selasa 24–25 November 2025, mengakibatkan rangkaian bencana alam berupa tanah longsor, banjir dan pohon tumbang di enam kabupaten/kota.
Berdasarkan hasil rekapitulasi, tercatat 15 kejadian bencana alam, dengan total 24 korban 10 meninggal dunia, 8 luka-luka dan 6 masih dalam pencarian. Bencana juga berdampak pada kerusakan rumah warga, pengungsian, serta penutupan badan jalan di beberapa titik.

Rincian kejadian di tiap Polres: Polres Tapanuli Tengah Tanah longsor terjadi di Dusun 1 Desa Mardame, Selasa (25/11/2025) pukul 07.00 WIB, menyebabkan 4 orang meninggal dunia serta merusak rumah warga di sekitar lokasi.

Polres Mandailing Natal 2 kejadian tanah longsor Jembatan Aek Inumon II, Selasa 25 November pukul 07.30 WIB tidak ada korban. Dampaknya penutupan badan jalan akibat material longsor yang menutupi jembatan.
Banjir di Kecamatan Muara Batang Gadis, Selasa 24 November pukul 21.30 WIB tidak ada korban jiwa, sekitar 400 warga mengungsi serta kerusakan sejumlah rumah warga.

Polres Tapanuli Selatan pohon tumbang akibat hujan deras terjadi di Desa Sisundung, Selasa pukul 02.30 WIB, menyebabkan 1 orang meninggal dunia dan 1 orang luka-luka, serta merusak satu unit rumah.

Polres Tapanuli Utara 4 kejadian tanah longsor dan 2 Banjir. Longsor terjadi di Kecamatan Adiankoting di 3 titik terjadi tanggal 25 November, pukul 04.00 WIB di Jalinsum KM 29–35, 1 orang luka-luka, atas nama Haratua Sipahutar (50). Kerusakan rumah warga serta penutupan Jalinsum Tarutung–Sibolga.

Longsor di Kecamatan Pahae Jae tanggal 25 November, pukul 09.00 WIB 4 orang luka-luka, terdiri dari warga dewasa dan anak-anak. Kerusakan rumah warga dan penutupan akses Jalinsum Tarutung–Sipirok. Banjir di Kecamatan Purbatua tanggal 25 November, pukul 09.00 WIB tidak ada korban jiwa tetapi rumah warga banyak rusak.

Banjir di Kecamatan Pahae Jae tanggal 25 November, pukul 15.30 WIB tidak ada korban jiwa. Kerusakan rumah warga serta kerusakan satu jalur Jembatan Aek Puli. Arus lalu lintas tetap berjalan melalui jalur cadangan di sebelahnya.

Polres Sibolga 6 kejadian longsor enam titik longsor terjadi serentak di wilayah Kota Sibolga, meliputi Cafe Rumah Uci, Bukit Aido, Masjid Budi Sehati, STPI Sibolga, SMPN 5 dan Kampung Paten Huta Tonga. 12 korban 5 meninggal dunia, 3 luka-luka dan 4 masih dalam pencarian, 17 rumah dilaporkan mengalami kerusakan.

Di Polres Nias longsor terjadi di Desa Hiligodu KM 12, Kota Gunungsitoli, pada 24 November pukul 10.00 WIB. Tidak ada korban jiwa, namun material longsor menutup jalan dan menghambat akses warga.

Bencana alam yang melanda berbagai wilayah di Sumatera Utara hingga 25 November 2025 menimbulkan kerugian jiwa dan material yang cukup signifikan. Upaya pencarian korban masih berlangsung, khususnya di wilayah Polres Sibolga, sementara pembersihan material longsor dan pemulihan akses transportasi terus dilakukan oleh pihak Kepolisian, BPBD, TNI, dan masyarakat setempat.

Polda Sumut terus memantau kondisi di lapangan dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan penanganan cepat serta meminimalisir risiko lanjutan mengingat potensi curah hujan masih tinggi di sejumlah daerah. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *