Medan (suarsair.com)
Harapan masyarakat terhadap pembangunan jalan tol yang menghubungkan Kota Pematangsiantar dengan Parapat, salah satu kawasan strategis pariwisata nasional di tepi Danau Toba, harus ditunda. Proyek strategis nasional tersebut dipastikan tidak akan dilaksanakan pada tahun 2025 akibat adanya revisi anggaran yang berdampak langsung pada alokasi pendanaan.
Demikian disampaikan Kepala Biro Pembangunan Setdaprovsu Faisal Arif Nasution saat konperensi pers, Rabu (15/10/2025) di kantor Gubernur Sumut, Medan.
Faisal menyebutkan bahwa pemerintah pusat melakukan penyesuaian anggaran infrastruktur secara menyeluruh, yang berimbas pada terhentinya progres jalan tol Siantar–Parapat. Dari rencana awal yang semestinya berjalan di awal tahun, hanya tersedia alokasi anggaran sebesar Rp 40 miliar, yang dinilai belum mencukupi untuk memulai pelaksanaan konstruksi jalan tol tersebut.
Jalan tol Pematangsiantar–Parapat sebelumnya digadang-gadang sebagai proyek penting untuk mendukung konektivitas menuju destinasi super prioritas Danau Toba, serta mempercepat arus barang dan jasa dari wilayah Pantai Timur ke kawasan pariwisata di Sumatera Utara. Namun, keterbatasan dana menyebabkan proyek itu tidak masuk dalam pelaksanaan fisik tahun 2025.
“Karena revisi anggaran, terjadi penyesuaian. Alokasi dana yang tersedia hanya sekitar Rp 40 miliar, sehingga pembangunan jalan tol Pematangsiantar–Parapat tidak dapat dilaksanakan tahun ini,” ungkapnya.
Penundaan itu tentu menjadi perhatian serius, mengingat tingginya mobilitas masyarakat dan pentingnya jalur itu untuk mendukung sektor pariwisata, perdagangan, dan investasi di kawasan Danau Toba. Tanpa kehadiran infrastruktur tol, akses dari dan ke Parapat masih bergantung pada jalur nasional eksisting yang rawan kemacetan, terutama saat musim liburan.
Masyarakat pengguna jalan berharap agar proyek itu dapat kembali diprioritaskan pada tahun anggaran berikutnya, mengingat perannya yang sangat vital dalam pengembangan wilayah dan perekonomian regional.
“Kami berharap pemerintah pusat dapat mempertimbangkan kembali proyek ini pada tahun mendatang. Konektivitas yang baik akan sangat membantu pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal dan sektor pariwisata Danau Toba,” ujar salah satu masyarakat.
Dengan ditundanya pembangunan jalan tol Pematangsiantar–Parapat, pemerintah daerah diharapkan tetap fokus pada perbaikan infrastruktur jalan nasional dan jalan provinsi sebagai alternatif sementara guna menjaga kelancaran arus transportasi menuju kawasan wisata unggulan Sumatera Utara. (*)












