OJK Sumut Perkuat Stabilitas Keuangan dan Perlindungan Konsumen di Tengah Dinamika Ekonomi Daerah

Medan (suarsair.com)
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Utara menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas sektor jasa keuangan sekaligus memperkuat perlindungan konsumen di tengah tantangan ekonomi regional. Hal tersebut disampaikan Kepala OJK Sumut Khoirul Muttaqien dalam kegiatan Media Talk bertema “Peran OJK dalam Mengawal Pertumbuhan Industri Jasa Keuangan Sumatera Utara” yang digelar di Medan kemarin.

Dalam paparannya, Khoirul mengungkapkan bahwa perekonomian Sumut terus menunjukkan ketahanan, dengan pertumbuhan ekonomi mencapai 4,55 persen (yoy) pada triwulan III 2025. Meski demikian, ia mengakui tekanan inflasi masih memengaruhi tingkat konsumsi rumah tangga di wilayah tersebut.

Stabilitas Sektor Keuangan Tetap Terjaga

OJK menilai stabilitas sektor perbankan di Sumut berada dalam kondisi baik. Hingga Oktober 2025, penyaluran kredit tumbuh 11,68 persen, sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat 2,22 persen. Pertumbuhan positif juga terlihat pada sektor BPR/BPRS, lembaga pembiayaan, modal ventura serta Lembaga Pembiayaan Berbasis Teknologi Informasi (LPBBTI).

Dari sisi pasar modal, minat masyarakat terhadap investasi terus meningkat. Hingga Agustus 2025, nilai kepemilikan saham investor di Sumut mencapai Rp26,5 triliun.

Khoirul juga mengingatkan seluruh pelaku usaha pergadaian swasta agar segera mengurus izin usaha sesuai ketentuan UU P2SK paling lambat 12 Januari 2026. Untuk mendukung kelancaran proses, OJK membuka Program Licensing Day guna mempercepat pelayanan perizinan.

Perlindungan Konsumen Diperkuat

Komitmen perlindungan masyarakat turut menjadi fokus OJK Sumut. Selama 2025, OJK bersama pelaku industri jasa keuangan dan pemerintah daerah telah melaksanakan 1.281 kegiatan edukasi keuangan yang menjangkau lebih dari 139 ribu peserta.

Hingga Oktober 2025, OJK menerima 1.775 pengaduan, mayoritas terkait layanan perbankan dan fintech. Seluruh pengaduan ditangani melalui mekanisme perlindungan konsumen untuk memastikan masyarakat mendapatkan penyelesaian yang adil dan transparan.

Respons Bencana Hidrometeorologi

Sebagai bentuk kepedulian sosial, OJK Sumut juga mengoordinasikan penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah. Total bantuan yang berhasil disalurkan mencapai Rp3,9 miliar sepanjang 2025.

Prioritas Strategis OJK Sumut

Khoirul menegaskan bahwa penguatan stabilitas keuangan, peningkatan literasi dan inklusi keuangan, serta komunikasi publik yang efektif menjadi prioritas strategis OJK untuk mendukung ketahanan ekonomi Sumatera Utara. Ia berharap kolaborasi antara regulator, industri jasa keuangan dan pemerintah daerah semakin solid guna memastikan pertumbuhan ekonomi yang sehat dan berkelanjutan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *