Kadiskanla Sumut: Danau Toba Danau Bertuah Ikan Nila Merah Tembus Pasar Amerika

Medan (suarsair.com)

Danau Toba merupakan Danau bertuah sehingga Ikan Nila Merah asal Danau Toba Provinsi Sumatera Utara, sukses menembus pasar internasional, terutama Amerika Serikat, berkat kualitas premium yang dihasilkan melalui budidaya berkelanjutan.

Budidayanya yang sesuai standar Good Aquaculture Practice (GAP) menghasilkan Nila yang tidak berbau lumpur dan bebas residu antibiotik, menjadikannya sangat digemari di pasar Internasional.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sumut Ir Supriyanto MM menyampaikan komoditas Ikan Nila Merah yang di export umumnya berupa Frozen Farm Raised Tilapia Fillets (fillet tilapia beku).

Tingginya permintaan pasar untuk Nila Merah Danau Toba itu dikarenakan memiliki cita rasa berbeda, tekstur daging yang lembut dan enak memanjakan lidah.

Ia menambahkan bahwa budidaya Ikan Nila Merah itu telah dicoba di air tawar di tempat lain, namun tidak berhasil. Bahkan penggiat usaha peternakan dari Negara Malaysia tertarik untuk mempelajarinya.

“Jadi Danau Toba itu Danau bertuah dikarenakan kwalitas airnya. Belum ada Ikan Nila yang berhasil masuk ke pasar Amerika tetapi Ikan Nila Merah asal Danau Toba ini menakjubkan berhasil lolos dan memenuhi standart kwalitas bahkan permintaan terhadap Nilai Merah Danau Toba cukup tinggi, ” ungkapnya pada Konfrensi Pers, Jumat (13/3/2026) di ruang Lobby Dekranasda lt 1 Kantor Gubsu Jalan Diponegoro Medan.

Menurut Supriyanto ekspor itu didukung oleh Perusahaan besar seperti PT Japfa (Indojaya Agrinusa) dan PT Aquafarm Nusantara yang sudah sejak lama beroperasi di Danau Toba.

Ditanyakan tentang kapasitas Keramba Jaring Apung (KJA) yang ada di Danau Toba. Menurut aturan diketahui sesuai Perpres Nomor 81 Tahun 2014 tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Danau Toba dan Sekitarnya. Batas Kapasitas Produksi (Daya Dukung): KKP dan pemerintah daerah menyarankan daya dukung perairan Danau Toba untuk budidaya KJA dibatasi secara signifikan. Salah satu acuan hasil kajian yang sering dirujuk adalah pembatasan produksi ikan KJA maksimal 10.000 ton per tahun.

Namun dikarenakan tingginya permintaan terhadap Ikan Nila Merah. Supriyanto menyampaikan bahwa mereka juga memiliki kajian bagaimana menggunakan air Danau Toba tanpa merusak Danau. “Biar kita buat, misalnya membuat Danau Buatan atau sejenisnya yang airnya langsung mengalir kesungai,” ujarnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *