Medan (suarsair.com) – Partarungan final cabang olahraga Domino Dam Batu dalam ajang Pekan Olahraga Wartawan Sumatera Utara (Porwasu) 2026 berlangsung sengit dan penuh sportivitas. Turnamen yang memperebutkan Piala Gubernur Sumut Bobby Nasution resmi berakhir, Minggu (12/4/2026).
Pertandingan puncak mempertemukan dua tim terbaik, Raja Sonang dan Sambalado, yang sebelumnya tampil impresif sejak babak penyisihan hingga semifinal. Atmosfer pertandingan terasa hidup dengan dukungan penonton yang menambah ketegangan di setiap langkah bidak.
Dalam laga final yang sarat strategi, Tim Raja Sonang akhirnya keluar sebagai juara pertama setelah menundukkan Tim Sambalado dengan skor meyakinkan 3-2. Kemenangan ini menjadi bukti konsistensi dan kualitas permainan Raja Sonang sepanjang turnamen.
Meski bertarung sengit di arena, para peserta tetap menjunjung tinggi sportivitas. Mengingat di luar pertandingan mereka merupakan sesama jurnalis yang sehari-hari menjalin kebersamaan, kompetisi itu menjadi ajang adu strategi sekaligus mempererat hubungan.
Kegiatan yang digelar di Gedung Bowling, Jalan Willem Iskandar, Kabupaten Deliserdang itu tidak hanya menghadirkan kompetisi, tetapi juga menjadi momentum silaturahmi bagi insan pers dari berbagai kabupaten/kota di Sumut.
Daftar Pemenang Dam Batu Porwasu 2026: Juara I Harry Silaen dan Emmar Pasaribu (Tim Raja Sonang) mendapat hadih berupa pembinaan Rp2,5 juta
Juara II Iwan Suherman dan Sarwo Edi (Sambalado) Rp1,5 juta, Juara III Rommy Aprizal dan Budi Siswandi (Balak Cendol) Rp1 juta dan Juara IV Irwansyah dan Isron Sinaga (Generasi) Rp500 ribu.
Selain itu, peserta yang berhasil melaju babak delapan besar mendapatkan apresiasi berupa uang pembinaan masing-masing Rp200 ribu.
Ketua Pelaksana Charles Daulay menyampaikan apresiasi atas suksesnya penyelenggaraan turnamen. Ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta, panitia, sponsor, serta Gubernur Sumut yang telah mendukung penuh kegiatan tersebut.
“Turnamen ini bukan sekadar soal menang atau kalah, tetapi bagaimana kita mempererat silaturahmi antar wartawan,” ujarnya.
Hal senada disampaikan panitia lainnya yang menilai Porwasu 2026 kembali membuktikan bahwa olahraga Dam Batu tetap hidup dan menjadi perekat solidaritas di kalangan jurnalis.
Dengan berakhirnya turnamen, diharapkan Porwasu ke depan dapat terus bergulir menjadi agenda tahunan yang lebih besar dan semakin meriah. (*)












