Medan (suarsair.com)
Kepala Wilayah Perum Bulog Sumatera Utara Budi Cahyanto memastikan ketersediaan bahan pokok strategis di Sumatera Utara dalam kondisi aman menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 2026.
Hal tersebut disampaikannya kepada wartawan usai konferensi pers di Kantor Gubernur Sumatera Utara, Medan, Jumat (13/2/2026).
Budi menjelaskan, saat ini stok beras yang disediakan Bulog Wilayah Sumut mencapai 52 ribu ton. Namun, jumlah tersebut diperkirakan cukup untuk kebutuhan sekitar dua bulan, terutama jika pemerintah kembali menyalurkan bantuan pangan seperti periode November–Desember 2025.
“Kalau ada kebijakan bantuan pangan lagi, hitungannya bisa terserap sekitar 32 ribu ton. Kalau itu sudah berjalan, tentu akan kami ajukan penambahan lagi. Bulog sifatnya fleksibel, tetapi sampai Lebaran stok masih cukup,” ujarnya.
Selain beras, Bulog juga menyiapkan stok Minyakita sebagai bagian dari intervensi pemerintah dalam menjaga stabilitas harga minyak goreng. Saat ini, stok Minyakita di Sumut mencapai 1,6 juta liter dan masih berpotensi bertambah sesuai alokasi pusat.
“Secara kuota nasional memang ada batasan, tetapi di Januari 2026 kami mendapat alokasi 2,5 juta liter dan Februari mudah-mudahan bisa mencapai 3,6 juta liter,” jelas Budi.
Ia menambahkan, kebutuhan minyak goreng di Sumut secara total berkisar 9,5 juta liter. Namun, tidak seluruh masyarakat mengonsumsi Minyakita karena sebagian memilih merek komersial lainnya.
Oleh karena itu, Minyakita difokuskan bagi masyarakat yang membutuhkan, khususnya kelompok ekonomi menengah ke bawah.
Untuk komoditas gula pasir, Bulog saat ini memiliki stok sekitar 520 ton. Jumlah tersebut dinilai cukup dan dapat ditambah sewaktu-waktu apabila terjadi peningkatan permintaan.
“Dari laporan distributor dan Disperindag ESDM Sumut, secara umum stok aman. Jadi untuk beras, gula, dan minyak goreng, kita pastikan dalam kondisi aman,” tegasnya.
Dengan kesiapan stok tersebut, Bulog Sumut optimistis kebutuhan masyarakat selama Ramadhan hingga Idul Fitri dapat terpenuhi dengan baik, sekaligus menjaga stabilitas harga di pasaran. (*)












