Medan (suarsair.com)
Majelis Pendidikan Kristen Wilayah (MPKW) Sumut–Aceh melakukan audiensi dengan pimpinan Gereja Methodist Indonesia (GMI) Konta Pengembangan dalam rangka mempererat kerja sama dan memperkuat pelayanan pendidikan Kristen di Sumatera Utara.
Pertemuan itu diterima Bishop Tahir Widjaya MTh didampingi Pdt Paulus Subyanto STh, Drs Sanggup Ginting MPd dan Ibrahim Sidik di Kantor GMI Konta Pengembangan, Jalan William Iskandar/Jalan Pancing Medan, Kamis (5/3/2026).
Dalam pertemuan itu hadir Ketua MPKW Sumut-Aceh Dr RE Nainggolan MM, Sekretaris MPKW Sumut-Aceh Drs Edward Sitorus MPd, Drs Kasman Sembiring MSi, Ir Bonar Sirait MSi, Drs Chandra Silalahi MSi (Ketua Perkumpulan Nasrani Medan), Lewi Jakob dan Dra Adelina Silalahi MPd.
Ketua MPKW Sumut–Aceh Dr RE Nainggolan MM menyampaikan bahwa MPK telah hadir 56 tahun di Sumatera Utara dengan Visi MPK Indonesia 2030, yakni mempercepat transformasi sekolah Kristen agar mampu menghasilkan lulusan yang unggul adaptif, berjiwa kepemimpinan, berdampak positif serta berkarakter krsiten. Sehingga melahirkan pemimpin yang memiliki ilmu pengetahuan sekaligus iman yang kuat.
“Ke depan kami ingin menghadirkan sekolah-sekolah Kristen yang berkarakter dan beriman. Pendidikan tidak hanya membentuk kecerdasan, tetapi juga iman dan karakter peserta didik,” ujarnya.
RE menjelaskan bahwa MPK merupakan organisasi yang berjalan dari dukungan sekolah-sekolah anggota melalui iuran tahunan. Karena itu, kerja sama dengan gereja sangat penting dalam memperkuat pendidikan Kristen.
Menurutnya, gereja memiliki peran penting dalam pembinaan iman, namun waktu pelayanan di gereja relatif terbatas. Sementara sekolah memiliki waktu lebih banyak dalam membentuk karakter dan iman siswa.
“Karena itu peran guru tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga harus sebagai pelayan iman. Pendidikan Kristen harus memadukan ilmu, iman dan karakter,” katanya.
Saat ini tambahnya terdapat 32 sekolah Kristen yang telah bergabung sebagai anggota MPK di wilayah Sumut–Aceh. MPK berharap semakin banyak sekolah Kristen dapat bergabung karena berbagai manfaat kolaborasi yang dapat diperoleh.
Dalam waktu dekat, MPK juga akan menggelar sejumlah kegiatan besar, di antaranya perayaan Paskah yang akan diikuti sekitar 1.500 pelajar di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut di Medan.
Selain itu, MPKW Sumut-Aceh akan menjadi tuan rumah Rapat Kerja Nasional (Rakernas) MPK di Tarutung pada tanggal 15–17 Oktober mendatang. MPK juga selama itu aktif dalam kegiatan sosial, seperti pembagian paket sembako bagi guru-guru Kristen di Sumatera Utara. Program tersebut diharapkan dapat kembali dilaksanakan tahun 2026.
Sementara Bishop GMI Konta Pengembangan Bishop Tahir Widjaya MTh menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan inisiatif MPK dalam membangun sinergi untuk kemajuan pendidikan Kristen.
Ia mengungkapkan keprihatinannya atas menurunnya siswa sekolah Kristen, padahal sekolah merupakan ujung tombak pelayanan gereja kepada masyarakat.
“Banyak hal yang harus diperhatikan, mulai dari kepemimpinan hingga kerja sama yang sehati. Ilmu, iman dan karakter memang penting, tetapi tanpa kerja sama yang baik, sekolah sulit berkembang,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya kejujuran dan integritas dari pihak yayasan maupun kepala sekolah sebagai faktor utama dalam kemajuan lembaga pendidikan.
Menurutnya, saat ini sekolah Methodist di wilayah Sumut–Aceh ada berjumlah sekitar 30 sekolah dan membutuhkan penguatan melalui kolaborasi berbagai pihak.
Dalam kesempatan itu Sangap Ginting menyampaikan bahwa pihaknya pernah bergabung dengan MPK dan membuka peluang untuk kembali berpartisipasi dalam berbagai kegiatan ke depan.
“Kami mengapresiasi kepemimpinan yang ada saat ini dan kegiatan yang sudah dilakukan. Jika ada kegiatan ke depan, silakan diinformasikan, kami siap untuk bergabung kembali,” katanya.
Menanggapi hal tersebut, Bishop GMI Pengembangan juga menyatakan bahwa kolaborasi dengan MPK membuka peluang untuk saling mendukung, termasuk dalam pengiriman guru ke daerah-daerah yang membutuhkan penguatan sekolah Methodist.
“Melalui sekolah, penyampaian injil memiliki dampak yang sangat besar. Karena itu kami menyambut baik kolaborasi ini. Setiap tahun kami juga melakukan pembinaan karakter, dan ke depan hal itu bisa dikolaborasikan dengan MPK. Yang terpenting adalah komunikasi yang baik,” pungkasnya. (*)












