Gubernur Sumut Tinggalkan Rapat Paripurna Tanpa Alasan yang Jelas

Medan (suarsair.com) – Gubernur Sumut Bobby Afif Nasution tanpa alasan yang jelas, meninggalkan Rapat Paripurna bersama DPRD Sumut yang tengah berlangsung, Selasa (21/7/2026). Saat itu para anggota dewan sedang meminta kejelasan dari pimpinan rapat yang dipimpin Ketua DPRD Sumut Erni Ariyanti tentang quorum atau tidaknya rapat Rapat Paripurna DPRD Provinsi Sumut yang digelar di Gedung Paripurna DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol, Medan dengan agenda pengambilan keputusan diterima atau tidaknya Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Sumut Tahun Anggaran (TA) 2025.

Kesan walk out Bobby berawal adanya pertanyaan anggota dewan dari Fraksi PDI Perjuangan, Syahrul Effendi Siregar tentang jumlah kehadiran anggota dewan secara fisik maupun melalui absensi yang telah ditandatangani.

“Saya meminta hal ini agar dipertegas oleh pimpinan,” ucap Syahrul lewat interupsi.

Hal senada juga disampaikan Aripay Tambunan, anggota dewan dari Fraksi Gerindra. Sedangkan anggota dewan dari Fraksi Partai Golkar, Manaek Hutasoit menyebutkan kalau rapat paripurna sudah sah sesuai ketentuan tata tertib.

Namun Syahrul meminta agar pimpinan membacakan kehadiran anggota dewan yang telah melakukan absensi dan mendata kehadiran secara fisik.

Kembali Aripay melakukan interupsi dengan menyebutkan kalau Komisi D DPRD Sumut sedang melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan pihak Pertamina terkait kelangkaan BBM.

“Maka sebaiknya pimpinan dewan menskor RDP ini dan memanggil seluruh anggota Komisi D itu,” usul Aripay.

Usul tersebut disetujui Syahrul dan dia mengingatkan agar ke depannya, jangan ada lagi rapat paripurna diselingi dengan RDP. “Masak ada RDP di tengah rapat paripurna,” tegasnya.

Oleh Erny disebutkan bahwa berdasarkan absensi, anggota dewan yang telah menandatangani kehadirannya berjumlah 64 orang.

Tanpa ada sebab, tiba-tiba Bobby Nasution yang hadir bersama Pj Sekdaprov Sumut Sulaiman Harahap pergi meninggalkan Rapat Paripurna yang diikuti seluruh pimpinan dan wakil Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang hadir.

Karena agenda rapat paripurna adalah pengambilan keputusan, rapat akhirnya diskors oleh Erny. “Rapat paripurna kita skors dan akan dibahas dalam rapat Badan Musyawarah untuk ditentukan jadwal paripurna selanjutnya,” ucap Erny sambil mengetuk palu.

Usai rapat diskors, terlihat banyak anggota dewan yang kecewa dan merasa dilecehkan Bobby Nasution. “Baru kali ini Gubernur Sumut pergi tanpa ada pamit atau permisi kepada forum rapat paripurna. Dan perilaku gubernur ini sangat kami sayangkan. Nanti akan kami pertanyakan sikap gubernur itu,” ketus Syahrul yang diamini beberapa anggota dewan lainnya. (SM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *