Medan (suarsair.com) – Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Medan menyampaikan keprihatinan mendalam atas kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Jalan Medan-Berastagi, tepatnya di kawasan Himpark, Sibolangit, Kabupaten Deliserdang. Peristiwa yang diduga dipicu truk pengangkut air mineral mengalami rem blong itu mengakibatkan sejumlah korban jiwa dan melibatkan kendaraan angkutan umum.
Sekretaris Organda Medan Jaya Sinaga mengatakan, kecelakaan tersebut menjadi peringatan serius bagi seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan aspek keselamatan transportasi, terutama terhadap kendaraan angkutan barang yang beroperasi di jalur dengan kontur menurun.
“Kami sangat prihatin atas kecelakaan yang terjadi di kawasan Himpark Sibolangit. Dari informasi di lapangan, truk pengangkut air mineral diduga kehilangan kendali akibat rem blong dengan muatan yang cukup berat. Kondisi ini tentu harus menjadi evaluasi bersama,” ujar Jaya Sinaga kepada harianSIB.com, Sabtu (18/7/2026).
Menurutnya, salah satu aspek yang perlu mendapat perhatian adalah pengawasan terhadap kelayakan kendaraan. Ia menegaskan setiap kendaraan angkutan barang wajib menjalani uji berkala atau uji KIR sesuai ketentuan guna memastikan seluruh komponen kendaraan, terutama sistem pengereman, masih dalam kondisi layak operasi.
“Fungsi uji KIR atau inspeksi yang dilakukan setiap enam bulan sekali adalah memastikan kendaraan benar-benar memenuhi standar kelayakan jalan. Pengawasan terhadap pelaksanaan uji berkala ini harus diperketat agar kendaraan yang tidak memenuhi persyaratan tidak dioperasikan,” katanya.
Selain faktor teknis kendaraan, Jaya juga menilai kondisi geografis Jalan Medan-Berastagi, khususnya di kawasan Sembahe, memerlukan dukungan infrastruktur keselamatan yang lebih memadai. Jalur tersebut merupakan turunan panjang yang berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan apabila kendaraan mengalami gangguan pengereman.
Karena itu, Organda Medan meminta instansi terkait segera melakukan evaluasi terhadap fasilitas keselamatan jalan, termasuk penambahan rambu peringatan di titik-titik rawan kecelakaan.
“Pada jalur turunan yang lurus seperti di kawasan itu perlu dipasang rambu-rambu peringatan yang lebih jelas. Selain itu, pemasangan pita kejut juga penting sebagai upaya mengingatkan pengemudi agar mengurangi kecepatan sebelum memasuki kawasan rawan kecelakaan,” ujarnya.
Organda Medan berharap tragedi tersebut menjadi momentum bagi seluruh pihak, baik operator angkutan, pemerintah maupun pengemudi, untuk semakin mengutamakan keselamatan melalui kepatuhan terhadap standar kelayakan kendaraan, disiplin berkendara, serta peningkatan fasilitas keselamatan di ruas-ruas jalan yang memiliki tingkat risiko tinggi. (*)












