Medan (suarsair.com) – Sebanyak 3.950 calon mahasiswa mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Mandiri Universitas Negeri Medan (Unimed) Tahun 2026. Ujian berlangsung selama dua hari, mulai Selasa (14/7/2026) hingga Rabu (15/7/2027) di Kampus Unimed, Jalan Willem Iskandar, Medan.
Pelaksanaan UTBK Mandiri dibagi dalam tiga sesi. Dua sesi digelar pada 14 Juli 2026, sedangkan satu sesi lainnya berlangsung pada 15 Juli 2026.
Rektor Unimed, Prof Dr Baharuddin MPd, meninjau langsung pelaksanaan hari pertama ujian bersama jajaran pimpinan universitas. Turut mendampingi Wakil Rektor I, Dr Abil Mansyur SSi MSi, Wakil Rektor II, Winsyahputra Ritonga SPd MSi, Wakil Rektor III, Prof Dr Marice MHum, Wakil Rektor IV, Prof Dr Erond Litno Damanik SPd MSi serta Kepala Humas Unimed, Dr Isli Iriani Indiah Pane SPd MHum.
Baharuddin mengatakan minat masyarakat untuk melanjutkan pendidikan di Unimed melalui jalur mandiri masih sangat tinggi. Dari 3.950 peserta yang mendaftar, hanya tersedia kuota penerimaan sebanyak 1.968 mahasiswa baru.
“Kuota seleksi mandiri Unimed tahun ini pada awalnya dipersiapkan sekitar 3.000 mahasiswa. Namun, berdasarkan kondisi dan proses seleksi yang berjalan, kuota yang memenuhi eligible akhirnya hanya sebanyak 1.968 orang,” ujarnya.
Menurut Baharuddin, sejumlah program studi masih menjadi primadona. Bahkan, pada beberapa program studi favorit, satu kursi diperebutkan sekitar tiga peserta.
Program studi dengan peminat terbanyak pada Seleksi Mandiri Unimed 2026 yakni Manajemen (581 peminat), PGSD (504), Kedokteran (454), Gizi (442), Akuntansi (429), Ilmu Komputer (405), Teknik Sipil (359), Bisnis Digital (297), Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi (237), serta Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (233).
Ia mengungkapkan, Unimed sebenarnya berharap dapat menambah daya tampung pada program studi yang memiliki peminat tinggi. Namun, hal itu belum dapat dilakukan karena kuota penerimaan telah ditetapkan.
“Misalnya Kedokteran, daya tampungnya tetap sekitar 50 mahasiswa, sementara peminatnya mencapai lebih dari seribu orang. Persaingannya tentu sangat ketat,” katanya.
Selain itu, Baharuddin menyebut banyak calon mahasiswa berharap memperoleh bantuan melalui Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Untuk memperluas akses pendidikan, Unimed terus menjalin kerja sama dengan Bank Indonesia, perbankan, perusahaan, yayasan, dan berbagai mitra guna menyediakan beragam beasiswa.
“Kami akan terus mengupayakan agar semakin banyak mahasiswa yang bisa memperoleh bantuan pendidikan. Pesan pemerintah jelas, semua anak harus mendapat kesempatan melanjutkan pendidikan,” ujarnya.
Pelaksanaan UTBK Mandiri tahun ini berlangsung di 10 lokasi dengan memanfaatkan 36 ruang ujian. Setiap sesi mampu menampung 685 peserta.
Sebanyak 222 petugas diterjunkan untuk mendukung pelaksanaan ujian, terdiri atas penanggung jawab lokasi, pengawas ruang, pengawas teknologi informasi, administrator server, administrator sistem, administrator jaringan, hingga petugas lokasi.
Untuk menjamin kelancaran ujian, Unimed juga berkoordinasi dengan PLN guna menjaga kestabilan pasokan listrik. Pengamanan turut melibatkan personel TNI dan Polri serta didukung satu unit ambulans PMI yang disiagakan selama ujian berlangsung.
Di sejumlah lokasi, panitia juga menggunakan metal detector sebagai langkah antisipasi mencegah kecurangan, terutama pada program studi dengan tingkat persaingan tinggi.
“Yang paling penting, peserta dapat mengikuti ujian dengan nyaman sehingga hasil yang diperoleh benar-benar mencerminkan kemampuan mereka,” kata Baharuddin.
Ia memastikan seluruh proses penilaian dilakukan secara otomatis menggunakan sistem komputer yang mengadopsi mekanisme Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), sehingga tidak ada campur tangan manusia dalam proses penilaian.
“Mulai dari soal, jawaban hingga pengolahan nilai semuanya dilakukan oleh sistem. Tidak ada sentuhan manusia dalam penilaian. Jika ditemukan peserta melakukan kecurangan, sanksinya adalah diskualifikasi,” tegasnya.
Hasil Seleksi Mandiri Unimed 2026 dijadwalkan diumumkan secara daring pada 22 Juli 2026 melalui kanal resmi Universitas Negeri Medan. (Roni H)












