Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sumut Pamerkan Potensi Pertanian dan Peternakan di PRSU

oplus_0

Medan (suarsair.com) – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Sumatera Utara (Sumut) turut memeriahkan Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-50 dengan menampilkan beragam potensi unggulan sektor pertanian dan peternakan. Melalui stan pamerannya di kawasan Tapian Daya, Jalan Gatot Subroto Medan, masyarakat diajak mengenal komoditas andalan serta program pengembangan pertanian yang menjadi penopang ketahanan pangan di Sumut.

Petugas stan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sumut Margaret dan Andre Agassi kepada wartawan, Selasa (7/7/2026) mengatakan, pameran tersebut menjadi sarana edukasi sekaligus promosi potensi pertanian dan peternakan yang dimiliki berbagai daerah di Sumatera Utara.

Margaret menjelaskan, Sumut memiliki banyak komoditas perkebunan unggulan, di antaranya kelapa sawit, kopi, kakao, karet dan kelapa. Komoditas tersebut menjadi salah satu penopang utama perekonomian daerah.

Untuk komoditas kelapa sawit, daerah penghasil terbesar antara lain Kabupaten Labuhanbatu Utara, Asahan, Langkat, Labuhanbatu Selatan dan Simalungun. Labuhanbatu Utara memiliki luas areal sekitar 79,08 ribu hektare dengan produksi mencapai 1.212.735 ton.

Disusul Asahan dengan luas areal 78,15 ribu hektare dan produksi sekitar 1.021.223 ton, Langkat seluas 47,40 ribu hektare dengan produksi 858.742 ton, Labuhanbatu Selatan seluas 43,61 ribu hektare dengan produksi 785.932 ton, serta Simalungun seluas 40,34 ribu hektare dengan produksi mencapai 603.842 ton.

Selain komoditas perkebunan, Sumatera Utara juga dikenal sebagai daerah penghasil berbagai komoditas pangan, seperti padi, jagung, ubi-ubian, aneka buah-buahan dan sayuran. Menurut Margaret, sektor tersebut memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan pangan masyarakat sekaligus mendukung program ketahanan pangan yang menjadi prioritas pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

Sementara itu, Andre Agassi mengatakan di bidang peternakan pemerintah terus mendorong peningkatan produktivitas melalui berbagai program, salah satunya inseminasi buatan pada sapi. Metode tersebut dilakukan dengan memasukkan sperma sapi jantan ke dalam rahim sapi betina tanpa melalui perkawinan langsung, sehingga dapat meningkatkan kualitas genetik, efisiensi reproduksi, dan produktivitas ternak.

Selain program inseminasi buatan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sumut juga memberikan bantuan ternak kepada masyarakat. Pada tahun lalu, pemerintah menyalurkan bantuan kambing dan domba kepada kelompok peternak di Kabupaten Simalungun dan Asahan sebagai upaya meningkatkan populasi ternak sekaligus mendorong kesejahteraan peternak.

Melalui keikutsertaan pada PRSU ke-50, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sumut berharap masyarakat semakin mengenal potensi besar sektor pertanian dan peternakan daerah, sekaligus meningkatkan kecintaan terhadap produk-produk lokal yang menjadi kebanggaan Sumatera Utara. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *