Medan (suarsair.com) – Forum Wartawan Pemprov (FWP) Sumut menyatakan komitmennya mengerahkan seluruh potensi diseminasi informasi guna menggaungkan wajah baru Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-50.
Wajah baru itu kini diarahkan menjadi etalase promosi investasi, pemberdayaan UMKM, pariwisata dan ekonomi kreatif Sumatera Utara, meninggalkan citra lama yang selama ini lebih dikenal sebagai pasar malam.
Komitmen tersebut disampaikan Ketua FWP Sumut Syaifullah Defaza, didampingi Wakil Ketua Amru dan Bendahara Zainul di Medan, Kamis (2/7/2026).
Menurut Syaifullah, perubahan konsep PRSU merupakan langkah strategis yang patut mendapat dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk insan pers.
Karena itu, FWP akan mengoptimalkan jaringan komunikasi dan publikasi anggotanya agar semangat baru PRSU dapat diketahui masyarakat secara luas.
“PRSU memiliki sejarah panjang sebagai ikon Sumatera Utara. Kini saatnya wajah baru PRSU diperkenalkan sebagai panggung promosi investasi, produk unggulan daerah, UMKM, budaya dan potensi ekonomi Sumatera Utara. FWP siap menggaungkan semangat perubahan tersebut melalui pemberitaan yang informatif, edukatif dan konstruktif,” ujarnya.
Ia menilai, keberhasilan transformasi PRSU tidak hanya ditentukan oleh kualitas penyelenggaraan, tetapi juga oleh efektivitas penyebaran informasi kepada masyarakat.
Semakin baik publik memahami arah perubahan PRSU, semakin besar pula peluang tumbuhnya partisipasi masyarakat, minat investor dan kepercayaan terhadap agenda pembangunan daerah.
Karena itu, FWP memandang diseminasi informasi sebagai bagian penting dalam membangun opini publik yang positif terhadap transformasi PRSU. Peran tersebut akan dijalankan secara profesional melalui pemberitaan yang akurat, berimbang,l dan tetap berpegang pada prinsip-prinsip jurnalistik.
Syaifullah mengatakan, perubahan konsep PRSU sejalan dengan semangat pembangunan yang diusung Gubernur Sumut Bobby Afif Nasution, yang mendorong agar setiap program strategis daerah tidak hanya berhenti pada pelaksanaan, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat.
Sebelumnya, Komisaris Utama PT Pembangunan Prasarana Sumatera Utara (PPSU) Effendi Pohan menjelaskan bahwa memasuki usia ke-50, PRSU harus meninggalkan persepsi lama sebagai pasar malam dan bertransformasi menjadi ruang promosi investasi, pertemuan bisnis (deal room), serta etalase produk unggulan UMKM Sumatera Utara.
Menurut Effendi, sebanyak 75 persen stan yang hadir merupakan UMKM asli Sumatera Utara yang telah melalui proses kurasi ketat sehingga benar-benar menampilkan produk lokal berkualitas. Selain itu, kawasan PRSU juga diharapkan berkembang menjadi pusat kegiatan ekonomi yang hidup sepanjang tahun, bukan hanya selama penyelenggaraan pameran tahunan.
PRSU ke-50 akan berlangsung 3 Juli hingga 2 Agustus 2026 di kawasan PRSU Jalan Gatot Subroto, Medan, dengan menghadirkan pameran investasi, UMKM, paviliun kabupaten/kota, pertunjukan seni budaya, layanan publik, serta berbagai atraksi modern yang diharapkan semakin memperkuat posisi PRSU sebagai salah satu agenda ekonomi dan promosi daerah terbesar di Sumatera Utara. (*)












