Medan (suarsair.com) – Setelah sempat vakum selama dua tahun, Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) kembali hadir dengan semangat baru melalui tema “Harmoni Emas”. Ajang tahunan yang menjadi etalase pembangunan, budaya, dan ekonomi Sumatera Utara ini akan resmi dibuka, Jumat (3/7/2026) dan berlangsung selama 31 hari.
Direktur Utama PT Pembangunan Prasarana Sumatera Utara (PPSU), Feri dalam konferensi pers, Rabu (1/7/2026) di PRSU mengatakan, seluruh persiapan penyelenggaraan PRSU telah memasuki tahap akhir. Mengusung tema “Harmoni Emas”, sekitar 75 persen rangkaian kegiatan melibatkan masyarakat Sumatera Utara, termasuk partisipasi dari 33 kabupaten/kota serta satu peserta dari Penang, Malaysia.
Menurutnya, PRSU tahun ini menghadirkan tiga panggung utama dengan beragam pertunjukan seni, budaya, hiburan, hingga kegiatan yang melibatkan penyandang disabilitas sebagai bentuk komitmen terhadap penyelenggaraan acara yang inklusif.
“Kami mengimbau rekan-rekan pers untuk ikut memberitakan PRSU agar semakin banyak masyarakat datang dan meramaikan penyelenggaraan tahun ini,” ujarnya.
Sementara itu, Nurbaiti menjelaskan, sebanyak 22 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) akan membuka stan pameran. Selain itu, sembilan sekretariat digabung menjadi satu stan, serta turut berpartisipasi sejumlah BUMN, di antaranya PTPN, PT Kereta Api Indonesia (KAI), perguruan tinggi, dan berbagai instansi lainnya.
Beragam layanan publik juga akan dihadirkan selama PRSU berlangsung, seperti layanan Mobil Samsat, pemeriksaan kesehatan gratis, hingga kegiatan literasi yang melibatkan OPD.
“Saat ini seluruh persiapan sudah memasuki tahap final sehingga sebelum pembukaan seluruh stan dipastikan telah siap melayani masyarakat,” katanya.
Panitia menargetkan sedikitnya 300 ribu pengunjung selama pelaksanaan PRSU dan optimistis jumlah tersebut dapat terlampaui melalui dukungan seluruh pihak, termasuk media massa.
Dewan Komisaris PT PPSU, Effendi Pohan, mengatakan kembalinya PRSU setelah dua tahun vakum menjadi momentum untuk menghidupkan kembali ikon pameran terbesar di Sumatera Utara.
“PRSU merupakan etalase Sumatera Utara. Selama 31 hari penyelenggaraan, kegiatan ini diharapkan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.
Ia menegaskan, pengelolaan PRSU akan dilakukan dengan prinsip tata kelola yang profesional, transparan, dan terukur. Selain meningkatkan jumlah pengunjung, PRSU juga diharapkan mampu mendorong peningkatan pendapatan perusahaan serta menjadi wadah bagi pelaku UMKM untuk naik kelas.
“Kami berharap PRSU menjadi penggerak ekonomi baru. PPSU akan menjembatani kabupaten dan kota agar geliat ekonomi tidak hanya berlangsung selama 31 hari penyelenggaraan, tetapi terus berlanjut sepanjang tahun. PRSU harus menjadi titik tumbuh UMKM sekaligus pusat hiburan masyarakat Sumatera Utara,” katanya.
Senada dengan itu, Kepala Biro Perekonomian Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Poppy Hutagalung, menyampaikan seluruh persiapan penyelenggaraan telah mencapai tahap finalisasi.
“Persiapan sudah berjalan dengan baik. Kami berharap seluruh pihak bersama-sama menyukseskan PRSU. Keberhasilan acara ini juga tidak lepas dari dukungan rekan-rekan wartawan dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat,” ujarnya.
Selain pameran pembangunan dan produk UMKM, PRSU 2026 juga akan diramaikan berbagai kompetisi dan perlombaan untuk semua kelompok usia, pertunjukan seni budaya, serta hiburan yang berlangsung setiap hari selama satu bulan penuh.
Melalui kolaborasi seluruh elemen masyarakat, pemerintah, dunia usaha, dan media, PRSU 2026 diharapkan menjadi momentum kebangkitan ekonomi, promosi potensi daerah, sekaligus kebanggaan masyarakat Sumatera Utara. (*)












