Harga Tiket Pesawat Melonjak, Bobby Nasution Pastikan Kontingen Pesparawi Sumut Pulang dengan Aman

Medan (suarsair.com) – Kepedulian Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution kembali mendapat apresiasi setelah bergerak cepat mengatasi kendala yang dihadapi Kontingen Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Sumut di Manokwari, Papua Barat. Lonjakan harga tiket pesawat yang menyebabkan kekurangan anggaran untuk biaya kepulangan peserta langsung mendapat respons dari orang nomor satu di Sumatera Utara tersebut.

Tokoh masyarakat Sumatera Utara, Dr RE Nainggolan MM menyampaikan penghargaan atas langkah cepat Bobby Nasution yang dinilainya menunjukkan kepemimpinan yang hadir di tengah masyarakat saat dibutuhkan.

“Ini merupakan bentuk kepedulian yang luar biasa. Seorang pemimpin yang benar-benar hadir, inklusif, responsif, mampu merasakan kesulitan masyarakat, sekaligus segera menghadirkan solusi,” ujar RE Nainggolan kepada wartawan, Jumat (26/6/2026).

Mantan Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara periode 2008–2010 itu menilai tindakan Gubernur patut diapresiasi karena menyangkut nasib 113 anggota kontingen yang telah membawa nama baik Sumatera Utara pada ajang nasional.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara telah memberikan dana hibah sebesar Rp3 miliar untuk mendukung keberangkatan kontingen Pesparawi Sumut yang dipimpin Pdt Berkat Laoly. Namun, lonjakan harga tiket pesawat membuat anggaran yang tersedia tidak lagi mencukupi untuk biaya kepulangan seluruh peserta ke Medan.

Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Karo Kesra) Sekretariat Daerah Provinsi Sumatera Utara, Abu Kosim SSos MAP menjelaskan bahwa persoalan tersebut segera dilaporkan pimpinan kontingen kepada Gubernur Sumut.

“Pdt Berkat Laoly menyampaikan kebutuhan tambahan anggaran untuk kepulangan 113 peserta. Setelah dilakukan perhitungan, diperlukan tambahan dana sekitar Rp1,3 miliar,” jelas Abu Kosim.

Mendengar laporan tersebut, Bobby Nasution langsung mengambil langkah agar seluruh anggota kontingen dapat kembali ke Sumatera Utara tanpa mengalami kesulitan.

Menurut RE Nainggolan, respons cepat tersebut mencerminkan karakter kepemimpinan yang memiliki empati sekaligus rasa tanggung jawab terhadap masyarakat.

“Bayangkan apabila persoalan ini tidak segera ditangani. Ada 113 orang yang telah mengemban nama baik Sumatera Utara di tingkat nasional, tetapi terkendala untuk kembali ke daerah asal. Perhatian seperti ini menunjukkan bahwa pemerintah benar-benar hadir bagi masyarakat,” ungkap mantan Bupati Tapanuli Utara tersebut.

Ketua Majelis Pendidikan Kristen Wilayah (MPKW) Sumut–Aceh itu juga menegaskan bahwa perhatian terhadap kegiatan sosial, keagamaan dan kemasyarakatan merupakan bagian penting dari pembangunan daerah.

“Keberhasilan seorang pemimpin bukan hanya diukur dari besarnya program pembangunan yang dijalankan, tetapi juga dari kepekaan dalam melihat persoalan yang dihadapi masyarakat. Pemimpin yang baik adalah sosok yang mampu menghadirkan rasa aman sekaligus memberikan solusi. Apa yang dilakukan Gubernur Sumut dalam persoalan kontingen Pesparawi ini merupakan contoh kepemimpinan yang patut diapresiasi,” katanya.

RE Nainggolan yang dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial, kemanusiaan dan keagamaan berharap kepedulian seperti itu terus menjadi karakter kepemimpinan di Sumatera Utara.

“Semoga semangat melayani dan kepedulian terhadap masyarakat terus menjadi budaya dalam penyelenggaraan pemerintahan di Sumatera Utara,” tutupnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *