(suarsair.com)
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN mencatat penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi dalam Program 3 Juta Rumah memberikan efek berganda terhadap 185 sub sektor industri.
Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui sektor perumahan.
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menyampaikan bahwa sektor perumahan memiliki multiplier effect yang besar karena melibatkan rantai pasok yang luas.

Menurutnya, KPR Subsidi tidak hanya berdampak pada sektor perumahan saja, tetapi juga menggerakkan berbagai sektor ekonomi lainnya.
“Tidak hanya berdampak pada 185 sub-sektor, KPR Subsidi yang menjadi bagian dari Program 3 Juta Rumah juga akan menggerakkan ekonomi, sehingga mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Nixon dalam keterangan pers yang diterima, Kamis (31/7/2025).
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa sektor perumahan berkaitan langsung dengan sektor-sektor lain seperti rumah sakit, pusat perbelanjaan, sekolah, transportasi, industri ritel, perkantoran, hingga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
Sektor perumahan juga dinilai sebagai sektor padat karya yang berperan penting dalam mendorong konsumsi domestik dan menjaga stabilitas sosial ekonomi masyarakat.
“Keberpihakan pemerintah terhadap masyarakat berpenghasilan rendah melalui Program 3 Juta Rumah dan dukungan kebijakan lainnya, tidak hanya memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, tetapi juga membawa dampak besar bagi perekonomian nasional,” tambah Nixon.
Ia menambahkan, program tersebut juga diharapkan dapat mempercepat penyelesaian backlog perumahan nasional serta memperbaiki kondisi rumah tidak layak huni.
Untuk mendukung hal itu, BTN terus memperluas akses KPR bagi masyarakat dengan memperkuat tenaga pemasaran (sales force), memperluas jaringan distribusi, dan menjalin kerja sama strategis dengan pengembang serta pemerintah.
Langkah ini menjadi bagian dari kontribusi BTN dalam menjaga keberlanjutan pembangunan sektor perumahan sebagai penggerak utama ekonomi nasional dan mendukung visi Indonesia Emas 2045. (*)












