Daerah  

Belokan Angin dan Sirkulasi Siklonik Picu Potensi Hujan Lebat di Sumut

Medan (suarsair.com) – Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan sedang hingga sangat lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di sejumlah wilayah di Sumut pada periode 15-22 Juni 2026.

Ketua Tim Sistem Peringatan Dini Meteorologi BMKG Wilayah I Martha Rosefina Manurung mengatakan, kondisi cuaca dalam sepekan terakhir masih dipengaruhi pertumbuhan awan konvektif akibat pemanasan udara yang cukup kuat pada siang hari serta kondisi atmosfer yang labil.

Selain itu, adanya daerah belokan angin yang melintasi wilayah Pantai Timur, Lereng Timur, dan Lereng Barat Sumut turut meningkatkan pertumbuhan awan hujan di kawasan tersebut.

“Pertumbuhan awan-awan konvektif yang mengakibatkan hujan dalam satu minggu terakhir masih terjadi akibat pemanasan udara yang cukup kuat di permukaan pada siang hari dan kondisi atmosfer yang cukup labil,” ujar Martha dalam keterangan pers Prospek Cuaca Mingguan Sumut, Selasa (16/6/2026).

BMKG mencatat sejumlah kejadian hujan lebat dalam sepekan terakhir. Pada 14 Juni 2026, curah hujan mencapai 51,2 milimeter di ARG PDAM Sunggal, Kota Medan, dan 42,4 milimeter di Stasiun FL Tobing, Kabupaten Tapanuli Tengah.

Sementara pada 12 Juni 2026, AWS Dolok Sanggul di Kabupaten Humbang Hasundutan mencatat curah hujan sebesar 77,4 milimeter. Adapun pada 11 Juni 2026, curah hujan di Stasiun Geofisika Tuntungan, Kabupaten Deliserdang, mencapai 39,2 milimeter.

Untuk sepekan ke depan, BMKG menjelaskan cuaca di Sumut dipengaruhi oleh sirkulasi siklonik di Samudera Hindia bagian barat Sumatera serta adanya belokan angin di wilayah Sumut.

Kondisi tersebut didukung suhu permukaan laut yang masih hangat di Selat Malaka dan perairan barat Sumatera Utara sehingga pasokan massa udara basah ke wilayah ini tetap tinggi.

Di sisi lain, Monsun Australia yang masih aktif membawa massa udara kering ke Sumut. Kondisi ini menyebabkan berkurangnya pembentukan awan pada pagi hingga siang hari yang berdampak pada meningkatnya suhu udara serta potensi angin kencang di beberapa daerah.

Menurut BMKG, cuaca di Sumut selama periode 15-22 Juni 2026 umumnya masih didominasi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat. Namun, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan sedang hingga sangat lebat yang disertai petir dan angin kencang.

Wilayah yang berpotensi terdampak antara lain Kabupaten Nias Barat, Nias, Nias Selatan, Nias Utara, Deliserdang, Langkat, Simalungun, Asahan, Serdang Bedagai, Batu Bara, Karo, Labuhanbatu Utara, Labuhanbatu Selatan, Toba, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Pakpak Bharat, dan Humbang Hasundutan. Potensi cuaca serupa juga dapat terjadi di Kota Medan, Binjai, Tebing Tinggi dan Tanjungbalai.

BMKG mengimbau masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca dan peringatan dini yang dikeluarkan BMKG melalui berbagai kanal resmi. Masyarakat juga diharapkan melakukan langkah-langkah antisipatif guna meminimalkan dampak yang dapat ditimbulkan oleh cuaca ekstrem.

“Dengan mempertimbangkan dinamika atmosfer yang masih signifikan dalam beberapa hari ke depan, masyarakat diharapkan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi peningkatan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang,” kata Martha.

BMKG menegaskan informasi cuaca akan terus diperbarui secara berkala mengikuti perkembangan kondisi atmosfer terkini untuk mendukung keselamatan dan kenyamanan masyarakat dalam beraktivitas. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *