Kisaran (suarsair.com) – Suasana penuh semangat dan inspirasi terasa di lapangan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Asahan, Senin (30/3/2026), selepas pelaksanaan apel pagi. Seorang alumni lulusan Tahun Pelajaran 2023/2024, M Irfan Hafidz hadir di tengah-tengah peserta didik untuk berbagi kisah perjuangannya hingga berhasil menjadi Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Kampus Jatinangor.
Dengan penuh rasa haru dan bangga, Irfan membuka kisahnya dengan kalimat yang menyentuh dan membangkitkan motivasi seluruh peserta didik. “Dulu saya juga merasakan apa yang adik-adik saya rasakan hari ini, namun pada hari ini, Alhamdulillah saya bisa berdiri di sini. Saya kembali ke sekolah ini dengan seragam yang berbeda. Hari ini saya berdiri di hadapan adik-adik sekalian bukan hanya sekadar menunjukkan betapa bangganya saya memakai seragam ini, tetapi saya juga ingin mengajak adik-adik sekalian untuk sama-sama berjuang, sama-sama meningkatkan kembali motivasi untuk meraih cita-cita,” ungkapnya.
Dalam pemaparannya, Irfan menceritakan perjalanan masa sekolahnya di MAN Asahan sebagai siswa jurusan XII Agama. Ia mengaku sempat merasa ragu dan bahkan ingin berpindah jurusan ke IPA karena anggapan bahwa jurusan Agama memiliki peluang yang terbatas. Namun, setelah berkonsultasi dengan orang tua dan pihak madrasah, ia akhirnya memilih untuk tetap bertahan.
Keraguan itu pun terjawab seiring berjalannya waktu. Irfan menyadari bahwa semua jurusan memiliki peluang yang sama untuk meraih masa depan yang gemilang. “Alhamdulillah, dari jurusan XII Agama itulah yang mengantarkan saya menjadi Praja IPDN sekarang ini,” ujarnya dengan penuh keyakinan.
Ia pun berpesan kepada adik-adik kelasnya agar menerima setiap ketentuan dengan ikhlas dan penuh keyakinan. Menurutnya, setiap pilihan yang telah ditetapkan memiliki hikmah terbaik dari Allah SWT. “Apapun yang terjadi, terimalah dengan ikhlas. Karena boleh jadi di situlah cara Allah menentukan yang terbaik. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu buruk bagimu. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui (QS. Al-Baqarah: 216),” pesannya.
Perjalanan Irfan menuju IPDN tidaklah mudah. Ia mengisahkan bahwa pada tahun 2024 dirinya sempat gagal dalam seleksi IPDN. Namun, kegagalan tersebut tidak membuatnya berhenti. Ia kemudian melanjutkan pendidikan di UIN Sumut pada jurusan Hukum Keluarga Islam. Selama masa kuliah, ia menjalani kehidupan yang penuh kedisiplinan dan kesederhanaan.
“Dulu masa kuliah tinggal di mesjid, pulang kuliah jadi imam sholat, pulang kuliah jadi muazin, sore hari olahraga lari, malamnya belajar. Itulah kegiatan saya selama kuliah di UIN Sumut,” kenangnya.
Semangat pantang menyerah itulah yang akhirnya membuahkan hasil. Pada kesempatan berikutnya, ia kembali mengikuti seleksi IPDN dan berhasil lulus dengan prestasi yang membanggakan. “Di tahun kedua, saya coba tes lagi di IPDN, Alhamdulillah saya lulus di peringkat pertama. Inilah cara Allah membuat saya menjadi lebih giat dan pantang menyerah,” ungkapnya.
Selain berbagi kisah, Irfan juga memberikan informasi penting terkait seleksi masuk IPDN, di antaranya kewajiban melampirkan sertifikat TOEFL dengan skor minimal TOEFL 400. Ia mengingatkan peserta didik untuk mempersiapkan diri sejak dini, baik dari segi akademik maupun fisik.
Menutup arahannya, Irfan mengajak seluruh peserta didik untuk terus menjaga semangat dan niat yang tulus dalam meraih cita-cita. “Ayo tingkatkan lagi motivasi kalian. Jadikan niat kalian untuk menggapai cita-cita itu dengan niat yang baik. InsyaAllah, kalau niat kita sudah baik dan cara kita mengejar cita-cita itu dengan cara yang baik, maka Allah pun akan memberikan hasil yang terbaik,” pungkasnya.
Sementara Kepala MAN Asahan Dra Hj Elda Ayumi MSi menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kehadiran Irfan Hafidz yang telah meluangkan waktu untuk kembali ke almamater dan memberikan motivasi kepada peserta didik.
Ia mengungkapkan bahwa kehadiran alumni yang telah berhasil menembus perguruan tinggi kedinasan seperti IPDN menjadi bukti nyata bahwa peserta didik MAN Asahan mampu bersaing dan meraih prestasi di tingkat nasional.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran ananda M Irfan Hafidz yang telah berbagi pengalaman dan motivasi. Semoga apa yang disampaikan dapat menjadi inspirasi dan penyemangat bagi seluruh peserta didik untuk terus berjuang meraih cita-cita,” ujar Elda Ayumi.
Kegiatan itu pun menjadi momen berharga yang tidak hanya menghadirkan kisah inspiratif, tetapi juga menanamkan nilai perjuangan, ketekunan, dan keyakinan bahwa setiap peserta didik memiliki peluang yang sama untuk meraih masa depan yang gemilang. Dengan semangat tersebut, MAN Asahan terus berkomitmen mencetak generasi unggul yang siap menghadapi tantangan zaman. (Roni Hutahaean)












