Lebih dari 800 siswa SD, SMP dan SMA/SMK menghadiri Ceramah Motivasi dan Edukasi untuk menyambut perayaan Jubileum 100 Tahun Perkumpulan Perguruan Nasrani Medan (PPNM)
dan Reuni Akbar Alumni Perguruan Nasrani/Kristen Medan.
Acara digelar, Selasa (17/6/2025) di Hermina Hall, Kompleks UDA Jalan Dr TD Pardede Medan itu bertujuan untuk memberikan motivasi dan edukasi kepada generasi muda agar mereka dapat tumbuh menjadi generasi yang cerdas dan tangguh.
Kepala BNN Sumut Brigjen Pol Drs Toga H Panjaitan menekankan bahwa masalah narkoba di Indonesia telah mencapai tingkat yang luar biasa. Berdasarkan data, terdapat sekitar 4 juta orang pengguna narkoba di Indonesia, dan 1 juta di Sumatera Utara. Dampak dari penyalahgunaan narkoba sangat luas, termasuk meningkatnya angka kriminalitas, masalah ekonomi dan berbagai masalah sosial lainnya.
Pakar Psikolog Dr Sunarto MPsi Psikolog menekankan pentingnya belajar untuk meraih cita-cita dan menyadari diri sendiri. Menurutnya, kesadaran akan status sosial dan posisi diri dalam masyarakat sangat penting untuk menentukan arah dan tujuan hidup.
Ketua Dewan Penasehat Panitia Jubileum 100 tahun PPNM, Kombes Pol (Purn) Dr Maruli Siahaan SH MH (Anggita DPR RI Komisi XII) menekankan pentingnya pendidikan sebagai tembok pertahanan pertama melawan kebodohan, narkoba, kekerasan, dan degradasi moral. Pendidikan harus menjadi prioritas utama dalam membangun generasi cerdas dan tangguh.
Maruli Siahaan juga mengajak seluruh panitia untuk bekerja sama dalam mensukseskan acara jubileum 100 tahun PPNM dan meminta dukungan pemerintah setempat, serta para alumni. Dengan kerja sama yang baik, diharapkan acara itu dapat berjalan dengan lancar dan sukses nantinya.
Acara itu juga bertujuan untuk memberikan dukungan kepada generasi muda agar mereka dapat tumbuh menjadi generasi yang cerdas dan tangguh. Dengan adanya motivasi dan edukasi yang tepat, diharapkan generasi muda dapat memiliki arah dan tujuan hidup yang jelas.
Dr Maruli Siahaan menyoroti soal tingginya penyalahgunaan narkoba di kalangan usia muda. Berdasarkan data, lebih dari 80 persen warga binaan di Lapas dan Rutan di Sumut merupakan pengguna atau terlibat kasus narkoba.
Karena itu pendidikan harus menjadi prioritas utama dalam mencegah penyalahgunaan narkoba di kalangan muda. Dengan pendidikan yang baik, diharapkan generasi muda dapat memiliki pengetahuan dan kesadaran yang cukup untuk menghindari narkoba.
Sebelumnya Ketua PPNM Drs Chandra Silalahi MSi dalam laporannya menyampaikan terima kasih kepada penceramah sehingga anak didik yang mengikuti acara dapat termotivasi untuk rajin belajar dan menjauhkan narkotika.
Usai ceramah pemberian cindera mata kepada para penceramah dan pengundian Lucky Draw. Hadir dalam acara itu Prof Dr Ir Bilter Sirait (moderator), Billi J Lubis MPd MPdK, Yananhati Laia, Drs Saroha Silalahi (ketua Panitia), Drs Hotman T Sianipar Ak MM dan undangan lainnya. (*)