Medan (suarsair.com)
Pasar keuangan Indonesia kembali menunjukkan dinamika menarik, Selasa (9/12/2025). Di tengah rilis data perdagangan China dan sentimen regional yang bergerak variatif, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru melaju kencang dan menembus rekor baru.
IHSG ditutup menguat 0,9 persen ke posisi 8.710,695 kembali melewati level psikologis 8.700. Analis Pasar Modal Gunawan Benyamin mengungkapkan bahwa penguatan indeks ditopang reli sejumlah saham unggulan seperti BUMI, ADRO, BMRI, ASII, hingga ANTM.
“Sejumlah saham siklikal dan perbankan menjadi motor penggerak pasar. Sentimen global yang relatif stabil juga membuat investor lebih agresif masuk ke aset berisiko,” ujarnya.
Rupiah Melemah di Tengah Tekanan APBN
Di sisi lain, pergerakan mata uang Garuda justru berlawanan arah. Rupiah melemah ke level 16.685 per dolar AS, meski indeks dolar global sedang berada dalam tren menurun.
Gunawan menilai pelemahan tersebut dipicu meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap kondisi APBN 2025 menjelang akhir tahun anggaran. Risiko defisit dan proyeksi penerimaan pajak yang belum mencapai target membuat investor lebih berhati-hati.
Harga Emas Dunia Menguat, Sentimen The Fed Menghangat
Sementara itu, harga emas dunia berada dalam tren stabil menguat di sekitar US$4.207 per troy ounce. Kenaikan itu ditopang ekspektasi bahwa The Federal Reserve akan mulai memangkas suku bunga acuan setelah data ketenagakerjaan dan inflasi AS dirilis sesuai ekspektasi pasar.
Dengan kurs Rupiah yang tertekan, harga emas domestik ikut terdongkrak. Konversi harga perdagangan hari itu menunjukkan emas berada di sekitar Rp2,26 juta per gram, semakin menguat dan menarik minat investor yang mencari aset lindung nilai.
Motor Tumbuh Lambat
Di sisi lain, data penjualan sepeda motor nasional pada November menunjukkan perlambatan, hanya tumbuh 2,1 persen YoY. Kinerja itu menandakan permintaan masyarakat masih tertahan oleh kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih. (*)












