Medan (suarsair.com)
Produksi padi di Sumatera Utara menunjukkan performa impresif sepanjang Januari hingga November 2025. Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumut melaporkan total produksi mencapai 3.343.913 ton gabah kering panen (GKP) atau setara 2.129.404 ton beras. Dengan kebutuhan konsumsi masyarakat sebesar 1.575.010 ton, Sumatera Utara tercatat mengalami surplus beras hingga 554.394 ton.
Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Sumut Yusfahri Peranginangin, Senin (8/12/2025) mengatakan bahwa capaian itu menegaskan kondisi ketersediaan beras di Sumut yang aman dan mencukupi, bahkan di periode menjelang akhir tahun ketika konsumsi biasanya meningkat.
Sejumlah kabupaten menjadi penyumbang produksi terbesar, antara lain Serdang Bedagai – 392.725 ton GKP, Deliserdang – 367.648 ton GKP, Mandailing Natal – 311.425 ton GKP, Simalungun – 307.079 ton GKP,Tapanuli Utara – 212.266 ton GKP.
Produktivitas padi Sumut rata-rata berada pada level 5,1–5,2 ton per hektare, bahkan dapat menembus 7–8 ton per hektare pada lahan beririgasi optimal. Dari setiap 100 kilogram GKP, dihasilkan sekitar 55–60 kilogram beras.
Untuk menjaga swasembada pemerintah provinsi menjalankan strategi intensifikasi melalui penggunaan benih unggul, perbaikan jaringan irigasi, serta pengendalian hama terpadu. Di sisi lain strategi ekstensifikasi dilakukan dengan membuka lahan-lahan tanam baru.
Yusfahri menegaskan bahwa pemerintah daerah bersama Bulog terus memantau ketersediaan serta distribusi beras hingga ke tingkat kabupaten/kota. Melalui pola tanam berkesinambungan dan optimalisasi lahan, produksi padi diharapkan tetap stabil meski menghadapi tantangan seperti perubahan iklim dan alih fungsi lahan.
Dengan surplus yang cukup besar, Sumatera Utara tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan dalam provinsi, tetapi juga berpotensi memasok beras ke daerah lain sebagai kontribusi terhadap ketahanan pangan nasional. (*)












